<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Buruhmigren</title>
	<atom:link href="http://rumahduniadubai.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com</link>
	<description>Antara Bogor, Banten dan Abu Dhabi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Dec 2008 12:39:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='rumahduniadubai.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5e56068a9158755093f884a9bd1e0acf?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Buruhmigren</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Pindahke www.lawangbagjacom</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/12/17/pindahke-wwwlawangbagjacom/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/12/17/pindahke-wwwlawangbagjacom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 12:39:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Buruh Migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/12/17/pindahke-wwwlawangbagjacom/</guid>
		<description><![CDATA[Pemberitahuan..
Tertanggal 18 Desember 2008 kami pindah ke &#8216;rumah baru&#8217; yaitu : www.lawangbagja.com
Silahkan para tetamu yang kami hormati untuk singgah ke sana..
salam,
lawangbagja
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=649&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pemberitahuan..<br />
Tertanggal 18 Desember 2008 kami pindah ke &#8216;rumah baru&#8217; yaitu : www.lawangbagja.com<br />
Silahkan para tetamu yang kami hormati untuk singgah ke sana..</p>
<p>salam,<br />
lawangbagja</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/649/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=649&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/12/17/pindahke-wwwlawangbagjacom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bertemu Emha di Abu Dhabi</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/12/04/bertemu-emha-di-abu-dhabi/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/12/04/bertemu-emha-di-abu-dhabi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 22:01:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar dari Buruh Migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=636</guid>
		<description><![CDATA[Saya mendapat berita soal kedatangan Emha dan Kyai Kanjeng langsung dari Dubes Indonesia untuk UAE, Pak Wahid Supriyadi sewaktu menghadiri undangan peringatan 63 tahun kemerdekaan Indonesia. Sewaktu difoto bareng bersama, beliau berkata kalau Emha dan Kyai Kanjeng bakal manggung di Abu Dhabi. Saya bahagia mendengarnya. Sepertinya sesuatu yang langka jika Emha dan Kyai Kanjeng bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=636&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/12/buruhmigren-emha1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-642" title="buruhmigren-emha1" src="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/12/buruhmigren-emha1.jpg?w=63&#038;h=96" alt="buruhmigren-emha1" width="63" height="96" /></a>Saya mendapat berita soal kedatangan Emha dan Kyai Kanjeng langsung dari Dubes Indonesia untuk UAE, Pak Wahid Supriyadi sewaktu menghadiri undangan peringatan 63 tahun kemerdekaan Indonesia. Sewaktu difoto bareng bersama, beliau berkata kalau Emha dan Kyai Kanjeng bakal manggung di Abu Dhabi. Saya bahagia mendengarnya. Sepertinya sesuatu yang langka jika Emha dan Kyai Kanjeng bisa manggung di Abu DHabi dan seolah saya meragukan bisa tidaknya Emha hadir, namun karena yang bilang langsung pak Dubes maka saya percaya.</p>
<p><span id="more-636"></span><strong></strong></p>
<p><strong>&#8220;Dipertemukan&#8221; Lewat Emha</strong></p>
<p>Emha rupanya sudah digariskan terlibat dalam episode kehidupan pribadi saya. Emha memang yang mempertemukan saya dan bakal ibu dari kedua anak saya sekarang ini. Tentunya ini semua menjadi spesial bagi kehidupan saya. Ceritanya suatu pagi di tahun 1999, saat sedang menunggu bis jemputan ke pabrik saya menggunakan waktu yang ada dengan membaca. Apa saja dibaca termasuk ketika pagi itu buku kumpulan essai Emha yang kena giliran saya baca. Saya begitu asik saat itu berinteraksi dengan buah pikiran Emha. Terkadang senyum sendiri membaca kalimat-kalimat cerdas Emha. Saya memang kagum dengannya dalam mendekontruksi alur fikir orang Indonesia kala itu. Saya semakin terhanyut sampai saya tidak begitu mempedulikan siapa yang ada di hadapan, yang lewat atau yang kebetulan sama-sama menunggu bis jemputan. Tiba-tiba.. </p>
<p>&#8220;Baca buku Emha ya?!&#8221; suara halus itu mengusik konsentrasi saya. Saya mencoba seperti seorang pertapa yang tahan godaan dari bisikan sang Dewi, tanpa menoleh saya menjawab &#8220;Ya!&#8221; dan mencoba kembali ke fokus kalimat yang dibaca. Kemudian </p>
<p>&#8220;Saya juga suka dengan Emha! Tulisan-tulisannya bagus!&#8221; Rupanya kalimat terakhir itu bak anak panah yang melesat dari busur langsung melesat tepat mengenai sasaran.  Dewi cinta rupanya sudah berdiri di depan dengan sayap putih mengembang mengajak saya terbang <span class="yshortcuts">ke langit biru</span> yang di atas menunggu awan-awan tebal seperti gumpalan kapas.  </p>
<p>Maka kelajangan saya pun tidak lama lepas setelah peristiwa itu. Dan Emha adalah lelaki yang harus bertanggung jawab!</p>
<p> <strong>Jalan Sunyi Emha</strong></p>
<p><span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Buku</span> terakhir yang saya beli tentang Emha adalah Jalan Sunyi yang ditulis oleh Ian Leonard Bets yang berisikan biografi Emha, pandangan para tokoh dan warga dunia tentang sosok Emha. Buku ini seperti buku kesan dan pesan orang-orang yang selama ini bersinggungan dengan Emha dan Kyai Kanjeng. Sosok Emha dan apa serta siapa dia diungkapkan bukan dari pengakuan Emha tapi dari mereka yang kenal dan mengikuti kiprahnya. Bukan hanya muslim tapi pendapat tokoh lintas agama. Bahwa manusia ini menarik dan nyentrik bukan karena hanya sebatas kiprahnya namun lebih dari itu ia ikut mendekontruksi pemikiran-pemikiran yang kita anggap lazim. Bukan untuk sebuah jabatan ia melakukannya tapi semua dilakukan untuk misi utamanya yaitu menjadi manusia biasa. Ya! manusia biasa. Dalam salah satu halaman ia menyatakan bahwa salah satu perjuangan mendasar para Nabi dan manusia hebat lainnya adalah menjadi manusia biasa seutuhnya. </p>
<p>Bertemu Emha bagi orang kebanyakan seperti saya seperti bertemu dengan sahabat seperjuangan yang lama tidak jumpa. Betapa rakyat, manusia-manusia yang dianggap marjinal atau dimarjinalkan karena proses pembangunan atau karena dikorbankan demi kepentingan bangsa dan masa depan negeri begitu mencintai Emha dari kulit ari sampai tulang sumsum. Hati-hati kami sudah terpaut sekalipun raga tak pernah bersua. Saat semua tiarap dan bungkam melihat keangkuhan rezim <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">orde baru</span> maka Emha sendirian berdiri seolah menantang untuk ditebas. Tulisan-tulisan esainya serta aksi teatrikalnya sarat pembelaan kepada mereka yang dikorbankan.  </p>
<p>Manusia Indonesia itu ternyata butuh empati. Tidak banyak yang diminta kecuali cinta tulus dari para pemimpinnya dan mereka tidak bersedia memberikan. Emha hadir memberikannya serta menyatakan siap menjadi pelayan mereka. Wajarlah pengajian Padhang Mbulan selalu dihadiri ribuan orang. Konon, dalam sebulan Kyai Kanjeng bisa hadir puluhan kali. Ia bukan ustad, bukan orang pinter bahkan sekolah pun cuma sampai semester satu di UGM tapi berbicara dengannya seperti kita berbicara dengan orang yang serba tahu dan menguasai ilmu masa depan. </p>
<p><strong>Bertemu Emha</strong></p>
<p>22 Nopember 2008. Sejauh 250 km saya bersama beberapa teman meluncur ke kota Abu Dhabi. Semestinya Ibu dari 2 anak kami ikut pergi untuk menemui Emha guna meminta kejelasan kenapa ia ikut campur dalam kisah kehidupan kami berdua. Tetapi karena si sulung sedang ujian semester pertama dan butuh bimbingan terpaksa saya berangkat sendirian. Mulanya saya pun tidak jadi berangkat karena solidaritas walaupun hati terasa galau. Air muka saya rupanya terbaca oleh ibu anak-anak maka ia mempersilahkan saya pergi dengan ringan. Ia tentu merasakan betapa saya menggebu-gebu bertemu dengan Emha setelah terakhir kali kami bertemu di Cilegon saat acara <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Isra Mi&#8217;raj</span>.</p>
<p> Mina Port, Abu Dhabi 15:00. Ruang pertemuan besar belum begitu terlalu ramai. Saya masuk ke ruangan dan mata saya langsung tertuju ke panggung pertunjukan. Saya mendekat. Melihat-lihat situasi. Kemudian ke belakang panggung bertemu beberapa staf embasy yang kebetulan kenal. Saya bilang pada Pak Bambang, salah satu staf di kedubes bahwa saya ingin langsung bertemu dengan Emha. Beliau mempersilakan. Di belakang panggung ada ruangan, saya masuk ke dalam. Para kru Kyai Kanjeng sedang santai sebagian  mengobrol ngalor-ngidul. Saya tanya, mana Emha. Mereka menunjuk seseorang yang sedang tidur pulas diatas kursi.</p>
<p> Seorang pria dengan memakai kopiah rajut sedang terbaring memejam mata. Saya tidak jadi menemuinya saat itu dan balik ke tempat semula. Selanjutnya saya bulak balik ke ruangan di belakang panggung. Dan Emha masih tertidur pulas. Capek rupanya. Sampai akhirnya saya putuskan duduk di pojok ruangan menemani Emha yang tertidur. Setelah sekian lama, Mbak Via (<span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Novia Kolopaking</span>) masuk ruangan. Saya minta izin agar ia tidak merasa terganggu saya ada di ruangan tersebut.</p>
<p> Setelah bercakap-cakap dengan Mbak Via, Emha akhirnya terbangun. Beberapa saat saya memberikan kesempatan padanya untuk mendapatkan kesadarannya pulih. Setelah itu sorot matanya tajam menatap saya. Saya menghampiri dan kami pun berbincang. Saya bahagia kami akhirnya bertemu. Klarifikasi sudah didapatkan kenapa Emha hadir dalam hidup kami. Kami saling mendoakan.  Selanjutnya ia memberikan &#8216;hadiah&#8217; untuk kami sekeluarga. Sebuah pesan yang tergores di atas halaman muka buku &#8220;Jalan Sunyi&#8221; yang saya bawa jauh-jauh dari Indonesia.</p>
<p> &#8221;Tidak terlewatkan segala sesuatu untuk dibarokahkan&#8221;, Emha</p>
<p> Pesan ini begitu dalam maknanya buat saya. Begitu dalam sampai menghujam ke kalbu, saya terharu. Sebelum berpisah karena pentas Kyai Kanjeng akan dimulai kami berfoto sejenak. Emha, akhirnya kita bertemu di tanah yang sama sekali tidak terlintas sebelumnya dalam benak kita berdua. Kita kebetulan bertemu di sebuah perempatan di jalan sunyi Emha!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/636/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=636&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/12/04/bertemu-emha-di-abu-dhabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/12/buruhmigren-emha1.jpg?w=63" medium="image">
			<media:title type="html">buruhmigren-emha1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rub alKhali, Awal Desember 2008</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/12/04/rub-alkhali-awal-desember-2008/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/12/04/rub-alkhali-awal-desember-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 09:37:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Buruh Migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=634</guid>
		<description><![CDATA[Angin dari utara mengubah dengan cepat atmosfir tepian teluk Persia. Jika di bulan Agustus, Rub al Khali/ empty quarter mengepul seperti amarah yang muncrat sampai ke ubun-ubun maka memasuki awal Desember dan beberapa bulan ke depan berubah seperti pengantin baru yang ditinggal sendiri kesepian, dingin. Kami mungkin manusia-manusia yang sudah terlanjur nekat menjalani hidup yang katanya singkat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=634&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>Angin dari utara mengubah dengan cepat atmosfir tepian teluk Persia. Jika di bulan Agustus, <span class="yshortcuts">Rub al Khali</span>/ <span class="yshortcuts">empty quarter</span> mengepul seperti amarah yang muncrat sampai ke ubun-ubun maka memasuki awal Desember dan beberapa bulan ke depan berubah seperti pengantin baru yang ditinggal sendiri kesepian, dingin. Kami mungkin manusia-manusia yang sudah terlanjur nekat menjalani hidup yang katanya singkat ini. Betapa tidak, tinggal di kota kecil bak miniatur kota tuan raja di cerita 1001 <span id="more-634"></span>malam yang lokasinya di depan membentang teluk Persia, sementara di belakang lahan kosong menghampar kurang lebih 500 ribu kilometer persegi yang dikenal dengan nama Rub al Khali atau zona empty quarter.</div>
<div> </div>
<div><span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;"><span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Lahan</span></span> kosong yang berisikan pasir berton-ton kubik dan hanya di huni segelintir <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;"><span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">makhluk asing</span></span> sebangsa &#8216;aqrab (scorpionnya gurun), rattle, dan putra mahkota <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;"><span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">padang pasir</span></span>, tidak lain dan tidak bukan unta. Selebihnya sekelompok kecil manusia, mereka memiliki trah keturunan sampai ke Ismail bin Ibrahim bin Syam bin Nuh dan selalu setia menapak tilas jejak para leluhur mereka dan menjaga keaslian tradisi serta keyakinan yang sampai hari ini ikut ikut terancam punah digilas zaman, mereka adalah bedu atau bedouin.</div>
<div> </div>
<div>Bedu atau Bedouin adalah putra-putri keturunan Syam bin Nuh yang terbagi dalam dua kelompok besar yaitu Kahtan dan Ibrahim. Kahtan melahirkan tribal bedu yang mendiami negeri Yaman. Sementara trah Ibrahim menyebar ke wilayah utara seperti Jordan, Sinai sampai afrika utara. Ibrahim sendiri meretas perjalanan ke bumi Hijaz dan membangun rumah Allah bersama putranya Ismail. Pada masa itulah konon unta berpunduk dua mulai dikenal di dataran Hijaz karena umumnya unta di kawasan ini hanya memiliki punduk satu (one humped). Unta dan bedu seperti sepasang sahabat yang sudah terikat perjanjian untuk meniti hidup bersama. Jika ada unta maka ada bedu, begitu pun sebaliknya.  </div>
<div> </div>
<div>Kami bukan bedu apalagi memiliki hubungan darah atau kekerabatan dengan mereka. Kami adalah manusia yang &#8216;tersesat&#8217; seperti kerbau gunung yang main di pinggiran pantai. Dari daerah hijau royo-royo tinggal di wilayah daratan coklat pudar. Udara dingin mulai merambat ke dinding-dinding kamar dan seluruh ruangan. Tak perlu AC seperti di musim panas yang dinyalakan terus-menerus 24 jam. Justru saat ini kami mencari kehangatan, sembunyi di balik selimut tebal yang baru di cuci setelah musim dingin usai. Dinginnya udara memaksa tabung merkuri mentok ke angka dibawah 10 derajat celcius. Mungkin tahun-tahun ke depan skala itu akan turun seiring semakin kacaunya lingkungan kita. Tak ada yang perlu dilakukan memang karena katanya dunia sudah meminta resign dari peredarannya , begitu si pecundang membatin.</div>
<div> </div>
<div>Desember awal bagi emiraty adalah hari-hari istimewa. Konon seorang bedu dibantu penjajah &#8216;baik hati&#8217; namun culas, <em>the great britain</em> mendeklarasikan terbebas dari pengaruh dua kekuasaan besar, kerajaan Hijaz dan kasultanan oman. Berbagi kawasan kosong rub al khali yang penuh misteri. <span class="yshortcuts">Misteri</span> yang membuat rakyat miskin di negeri berkembang lintang pukang karena dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari dan harganya tidak mau turun-turun, yaitu bensin dan minyak tanah. Misteri rub al khali seperti misteri hilangnya sebuah peradaban yang tenggelam ke dasar bumi. Mungkin ada kobakan besar di dalam sana yang menyimpan harta karunnya para ali baba.</div>
<div> </div>
<div>Tanggal 2 Desember kemarin, para keturunan bedu berpesta di pinggiran corniche. Kawasan elit memanjang di pinggir pantai tempat dulu mencari mutiara ini memang indah. Di depannya Lulu Island bersolek. Konon kawasan itu untuk para keturunan babi dan monyet yng doyan bertelanjang bulat di sepanjang pantai. Sayang, saat pesta malam 3 Desember buruhmigren, seorang gembel dari jawadwipa belum sempat menyaksikan ke sana. Maklum, pekerjaan shift yang bergantian siang dan malam sudah menjadikan kami seperti bagian dari mesin extruder yang hanya berhenti saat trip saja. Namun konon pula, pesta di depan corniche diramaikan dengan pesta kembang api, dari bisik-bisik surat kabar <em>sih </em>terbesar sedunia. Sekali lagi terbesar sedunia!. Selama kurang lebih 45 menit dirham-dirham tersebut dibakar menjadi cahaya-cahaya terang warna-warni gemerlapan. Menghanyutkan para ribuan pasang mata. Tuan-tuan itu seolah berteriak pongah, lihatlah dari kerja keras kalian cahaya kembang api dengan aneka bentuk kami persembahkan, dari keringat para kuli kasar bangunan, dari para pencari kehidupan hanya untuk sekedar makan. Kami akan terus tebarkan mimpi dan dirham ini begitu indah bukan?!.</div>
<div> </div>
<div>Abu dhabi kota yang semula tampak teratur menjadi padat merayap. Para pemuda dan pemudinya bersuka cita merayakan kebahagiaan hari pembebasan. Kebut-kebutan kendaraan mewah aneka merek sudah lumrah. Apakah ada yang perlu dibanggakan? tidak ada penjajahan apalagi pertumpahan darah namun di masa awal berdirinya negara ini ketegangan tetap ada. Tegang hanya karena berebut lahan kosong yang bernama, rub al khali. Dataran sepi dan kosong seolah bosan dengan hiruk pikuk manusia yang bebal dan selalu berulang membuat kerusakan dan berbuat kesombongan. Dari tidak ada sampai kemudian mampu membangun gedung-gedung pencakar langit setelah itu lupa bagaimana sepatutnya berperilaku.</div>
<div> </div>
<div>Dari tepian Rub al Khali, udara dingin kembali menyapa. Dan malam kembali hitam pekat. Sebuah pesan terakhir menggantung di langit-langit bumi. Konjugasi bulan Venus, yupter dan bulan membentuk senyuman. Entah senyuman tanda kebahagiaan atau senyuman perpisahan. Tak ada yang tahu. Dari tepian rub al khali, kututup tirai jendela. Menyapa bulan dan gemintang, selamat malam. Semoga kita selamat sampai &#8216;tujuan&#8217;. Di <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">akhir zaman</span>, di tepian rub al khali, aku semakin waswas dengan jalannya hidup. Allah..tsabbit qalbi &#8216;al diinik..!(tetapkan aku dalam agama-Mu).</div>
<div> </div>
<div>Salam dari tepian teluk Persia, Rub al khali.</div>
<div>buruhmigren</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/634/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=634&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/12/04/rub-alkhali-awal-desember-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Safety Shoes di Anniversary 63 th Indonesia</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/11/10/safety-shoes-di-anniversary-63-th-indonesia/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/11/10/safety-shoes-di-anniversary-63-th-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 05:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Buruh Migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=614</guid>
		<description><![CDATA[Semalam bersama beberapa rekan di Ruwais, kami mendapatkan undangan untuk menghadiri acara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia di hotel Intercontinental Abu Dhabi. Saya tidak tahu kalau acara ini sekaligus sebagai media perkenalan dubes baru kita untuk PEA (persatuan Emirat Arab), Pak Wahid Supriyadi. Pria atau lebih tepatnya lelaki asal Kebumen yang diberi kehormatan untukmenjadi perwakilan negara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=614&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2007/04/jejak1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-43" title="jejak1.jpg" src="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2007/04/jejak1.jpg?w=128&#038;h=91" alt="jejak1.jpg" width="128" height="91" /></a>Semalam bersama beberapa rekan di Ruwais, kami mendapatkan undangan untuk menghadiri acara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia di hotel Intercontinental Abu Dhabi. Saya tidak tahu kalau acara ini sekaligus sebagai media perkenalan dubes baru kita untuk PEA (persatuan Emirat Arab),<span id="more-614"></span> <!--more-->Pak Wahid Supriyadi. Pria atau lebih tepatnya lelaki asal Kebumen yang diberi kehormatan untukmenjadi perwakilan negara besar zambrut khatulistiwa, Indonesia. Seorang pujangga memilah makna pria dan lelaki dalam sebuah kategori bahwa pria lebih lembut lebih tepatnya lemah sementara lelaki lebih jantan dan &#8216;dibanting tahan&#8217;.</p>
<p><strong>Sekilas Tentang Pak Wahid dan Kiprahnya</strong></p>
<p>Duta besar Indonesia yang baru ini sebelumnya bertugas di Konjen Melbourne, Australia. Beliau meninggaalkan jejak yang mengharumkan nama bangsa dengan membangun kanal bagi seni gamelan sehingga lewat usahanya inilah terbentuk 40 grup gamelan&#8217;ers yang semua pemainnya adalah warga Australia. Diharapkan dari kanal ini mengalir jauh sampai ke laut rasa kecurigaan bangsa Australia terhadap Indonesia yang dalam doktrin keamanannya menganggap Indonesia adalah &#8216;musuh&#8217; yang harus diwaspadai. Kesuksesan lainnya adalah Festival Indonesia yang digelar (setiap) bulan September yang mengundang daya tarik 97 ribu pengunjung. Semua menjadikan Australia khususnya warga Melbourne begitu dekat dengan Indonesia. Apalagi kota ini termasuk kota penting di Australia sebagai kota pendidikan, tempat mukimnya para akademisi.</p>
<p>Pak Wahid memang dikenal sebagai &#8216;down to earth&#8217; ambasador. Pendekatannya kepada warga Indonesia di perantauan begitu merakyat. Konsep &#8216;People to People&#8217; diplomacy yang diajarkan Hasan Wirayudha menempatkan setiap warga dan wakil pemeritah setara. Mengutip dari Forum, Paradigma feodal para diplomat senior pada era orde baru memang menjadikan &#8216;gap vertikal&#8217; rakyat dan wakil pemerintah di perantauan. Seperti halnya sewaktu menjabat konjen di melbourne, beliau tidak menunggu disowani. Tidak lama setelah bertugas di Abu Dhabi beliau langsung &#8216;merapat&#8217; kepada masyarakat. Beberapa bulan lalu beliau sengaja datang ke Ruwais (250 km dari Abu Dhabi) untuk bermain badminton bersama para warga Indonesia. Tentunya misi utama adalah sosialisasi PPLN dan silturahim dengan para warga Indonesia dalam rangka memperkenalkan duta besar yang baru bertugas dan sekaligus memberikan donasi bagi komunitas Indonesia di Ruwais.</p>
<p><strong>&#8220;Safety Shoes&#8221; Behind the Scene</strong></p>
<p>Undangan untuk menghadiri ceremonial di atas sudah diterima jauh-jauh hari. Saya sempat ragu bisa atau tidak menghadiri acara di seremonial tersebut. Masalahnya kebetulan jadual masuk kerja, sementara jatah cuti sudah habis. Mendekati ke hari H, konfirmasi untuk hadir akhirnya disampaikan. Rencananya sepulng kerja pukul 16:30 kami meluncur ke Abu Dhabi. Saya harus minta izin dahulu untuk pulang lebih awal. Bersama Pak Heri, Pak Ade dan Pak Syaiful lepas pukul 16:45 akhirnya meluncur dari Ruwais.</p>
<p>Berangkat dari tempat kerja masih menggunakan baju &#8216;fire retardant&#8217; abu-abu. Saya cek titipan salin ternyata ada yang kurang. Saya lupa menyampaikan ke ajudan untuk membawakan juga sepatu. Di dalam mobil saya lihat ke bawah. Sepatu safety masih saya kenakan. Tidak ada waktu lagi untuk balik ke Ruwais sekedar mengambil sepasang sepatu. Show must go on. Saya sempat berharap acarany tidak terlalu formal dan seperti acara-acara sebelumnya diramaikan warga Indonesia. Di Tarif, kami berhenti untuk solat Maghrib-jama Isya sekaligus salin. Beres semua ketika akan berangkat, pak Heri melihat ada yang aneh ke bawah.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Dialognya saya sensor. Isinya bukan konsumsi publik. Namun isinya kira-kira mempertawakan saya yang msih pakai safety shoes. Bukan safety shoesnya  yang tidak safe tapi safety shoesnya sudah babak belur nabrak batu, pasir, alat-alat berat di plant. Jadilah safety shoes ini seperti veteran perang yang penuh cabikan musuh. Alamaaaakkk&#8230;! sampai di lokasi ternyata acaranya formal. banyak tamu undangan duta besar negara sahabat. Masuk ke balairung acar disambut deretan anak-anaak Indonesia dengan aneka pakaian adat. Kamera video dan photo di sana-sini. Di pintu masuk pk Dubes bersama ibu dan staff berdiri berjejer menyambut kehadiran para undangan. Dalam hati &#8220;kok jadi gini..?!, ane balik lagi lah nunggu di mobil&#8221;. Gara-gara safety shoes harus rela jalan paling belakang karena pak heri melarang jalan di depan. &#8220;Apa kata dunia..?!&#8221;. &#8220;Moga-moga gak yang merhatiin ke bawah atau meriksain sepatu para pengunjung&#8221;, gitu batin buruhmigren.  Anyway, acara berjalan lancar tanpa ada yang saling berbisik soal sepatu kaca eh..sepatu safety. Hanya Pak Heri dan kawan-kawan lainnya yang mesam-mesem&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/614/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=614&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/11/10/safety-shoes-di-anniversary-63-th-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2007/04/jejak1.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">jejak1.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rub al Khali</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/11/07/rub-al-khali/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/11/07/rub-al-khali/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 17:23:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Buruh Migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=584</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Wilfred Thesiger, seorang kebangsaan Inggris, ex-veteran perang dunia kedua dengan pangkat terakhir Mayor tidak ada kesan yang paling mendalam dalam perjalanan hidupnya selain menaklukan Rub al Khali bersama para Bedu. Rekor ini Sekaligus mencatat ia sebagai orang ke tiga &#8216;green horn&#8217; (meminjam istilah Karl May) setelah Betram Thomas (1931) dan St. John Philby (1932). Jika dalam&#8217; Winnetou&#8217; Karl [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=584&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/11/desert.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-602" title="desert" src="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/11/desert.jpg?w=63&#038;h=95" alt="desert" width="63" height="95" /></a>Bagi Wilfred Thesiger, seorang kebangsaan Inggris, ex-veteran perang dunia kedua dengan pangkat terakhir Mayor tidak ada kesan yang paling mendalam dalam perjalanan hidupnya selain menaklukan <em>Rub al Khali</em> bersama para Bedu. Rekor ini Sekaligus mencatat ia sebagai orang ke tiga &#8216;green horn&#8217; (meminjam istilah Karl May) setelah Betram Thomas (1931) dan St. John Philby (1932). Jika dalam&#8217; Winnetou&#8217; Karl May menyebut &#8216;green horn&#8217; untuk para western yang hidup di padang prairie maka untuk tulisan ini istilah &#8216;green horn&#8217; untuk para western yang mencoba menaklukan <em>rub al khali</em> atau dikenal dengan <em>empty quarter</em>.<span id="more-584"></span></p>
<p><strong>Rub Al Khali</strong></p>
<p>Jika membaca peta bumi maka kita akan mendapatkan minimal 2 wilayah ekstrim untuk kategori tempat yang tidak layak dihuni oleh manusia. Alasannya tempat tersebut tidak menjanjikan <a href="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/11/bedouin.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-603" title="bedouin" src="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/11/bedouin.jpg?w=65&#038;h=96" alt="bedouin" width="65" height="96" /></a>kemudahan bagi manusia untuk tinggal di atasnya. Contoh yang pertama Antartika dengan temperatur ekstrim minus jauh dibawah nol derajat celcius, dengan siklus siang dan malamnya yang <em>nyeleneh</em> karena matahari tidak hadir seperti di wilayah khatulistiwa 12 jam perharinya. Tidak ada <em>summer discount</em> seperti di Dubai atau juga pantai yang menyediakan para turis untuk berjemur seperti di Kuta, Bali.  Tempat ekstrim kedua adalah <em>Rub al Khali</em> atau <em>Empty Quarter</em>. Wilayah gurun pasir yang membentang seluas 650,000  kilometer persegi atau 250,000 mil persegi yang membentang dari Saudi Arabia (saat ini) sampai meliputi wilayah Yaman, Oman, dan UAE.  Jika memakai GPS ada di posisi antaraa  longitud 44°30′–56°30′ timur, dan latitud 16°30′–23°00′ utara.  Sepadan dengan luas daratan Nederland, Belgia, Francis  plus ditambahin wilayah Texas kemudian digabungkan jadi satu.</p>
<p><a href="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/11/rub.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-604" title="rub" src="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/11/rub.jpg?w=128&#038;h=83" alt="rub" width="128" height="83" /></a>Di namakan <em>Rub al Khali</em> atau <em>empty quarter</em> karena daratan kosong ini memang wilayah tidak berpenghuni. Jangan berpikir ada pasar, mall apalagi restoran karena jalan saja tidak ada. Mungkin sekilas <em>Rub Al Khali</em> seperti <em>dead sea</em> atau laut mati bagi satwa air. Inilah padang pasir terbesar di dunia dengan kondisi alam yang kejam. Ketinggian pasir dan bukit cadasnya bisa sampai setinggi menara Eifel 330 meter, dengan <em>extraordinary</em> suhu udara dengan penunjukan skala raksa (Hg) 55-60 derajat celcius, tidak ada air kecuali hanya di beberapa titik tertentu saja di sekitar wadi/lembah gurun berupa oasis. Kekejaman medannya jika ingin mengarungi<em> Rub Al Khali</em> tanpa persiapan memadai lengkap dengan GPS sama dengan kita mengarungi samudera atlantis hanya dengan <em>gedebong </em>pisang.</p>
<p>Seorang keturunan Bedu mengabari saya bahwa beberapa bulan lalu empat pemuda ditemukan mati di dalam mobil land cruissernya saat mencoba melintas Rub al Khali tanpa GPS serta bekal memadai. Para pemuda nekat ini berpikir dengan bermodal Land Cruisser bisa mengarungi 1000 km Rub al Khali hanya dengan 4 jam. Bagi mobil sekelas Land Cruisser 200 km/jam adalah hal biasa di jalan raya Gulf namun di <em>Rub al Khali</em> mereka terkena batunya. Konon di satu lokasi mobil mereka nyangkut di Bukit Pasir setinggi menara Eiffel tadi tidak bisa digerakkan. Tanpa GPS mengarungi <em>Rub al Khali</em> seperti berjalan mundur tak tentu arah. Jadilah mereka merana di &#8217;samudera&#8217; padang pasir yang tak bertepi.</p>
<p>Dahulu tidak ada yang peduli dengan <em>Rub al Khali</em>. Ini bukan wilayah yang diminati karena sama sekali tidak ada keuntungannya. Para penguasa dari dinasti ke dinasti membiarkan tempat ini dikusai oleh para Bedu. Bedu atau Bedouin, satu-satunya jenis manusia yang bersahabat dengan <em>Rub al Khali</em>. Dari wilayah inilah konon para Bedu itu menyebar sampai ke Afrika utara. Dalam sejarah Bedu dikenal juga para pasukannya yang handal dan trampil seperti pasukan Gurkha di Nepal. Suku Juhayna adalah salah satu tribalnya Bedouin yang disewa kerajaan Saudi untuk menjaga dua kota suci Makkah dan Madinah. Keistimewaan Bedu juga menguasai medan Rub al Khali tanpa peta atau GPS sekalipun. Mereka mampu bertahan hidup di tengah gurun serta bisa membaca kondisi alam dengan baik sehingga tahu tanda-tanda kapan akan terjadi badai pasir,  dlsb.</p>
<p><em>Rub al Khali</em> sebenarnya bukan hadir tanpa kisah. Konon di bawah timbunan padang pasir di wilayah <em>Rub al Khali</em> inilah terdapat  <em>the lost city</em> alias kota yang hilang. Kota ini dikenal dengan nama <em>Iram of the Pillars</em> atau <em>Iram dzat al Imad</em> dikenal kota seribu tiang. Kota ini pernah mencapai puncak peradaban manusia pada 3000 tahun sebelum masehi dan menghubungkan dua peradaban besar timur dan barat. Namun akhirnya kota ini tenggelam dan hilang tak berbekas. Dalam Al-Qur&#8217;an surat <em>Al-Fajr</em> ayat 6-13, disebutkan sebagai kotanya kaum &#8216;Ad. Ditenggelamkan ke dalam tanah disebabkan Raja Shaddad penguasa &#8216;Ad tidak mau mematuhi ajakan Nabi Hud A.S untuk menyembah Allah SWT.</p>
<p>Seiring waktu dan perkembangan teknologi akhirnya semua mata terbuka lebar. Rub al Khali wilayah tak bertuan, tandus, kering dan sunyi menjadi wilayah perebutan beberapa negara di jazirah Arab. Dilhat pada peta dunia sekarang ini <em>Rub al Khali</em> terletak diantara negara-negara teluk yaitu Saudi, Oman, Yaman, dan UAE. Saudi dengan kekuatan yang lebih dominan dibanding ketiga negara tetangganya menguasai hampir 6o persen wilayah <em>Rub al Khali</em>. Sementara para negara tetangganya mendapat sisanya. Wajar saja Saudi begitu bernafsu karena di <em>Rub al Khali</em> inilah kandungan  minyak dan gas sangat tinggi.</p>
<p>Para ahli geology mengungkapkan <em>Rub al Khali</em> adalah wilayah paling kaya minyak di dunia. Salah satunya yang terbesar saat ini adalah ladang <em>Ghawwar</em> di Saudi Arabia yang memproduksi minyak jenis <em>light crude oil</em> terletak di wilayah <em>Rub al Khali</em>. Di wilayah UAE sendiri beberapa eksplorasi gas dan oil terletak masih disekitar <em>Rub al Khali</em>, misalnya kawasan industri Habshan. Bahkan Ruwais sendiri masih termasuk wilayah <em>Rub al Khali</em> namun karena perkembangan industri menjadi sebuah wilayah pemukiman modern. Ke depan akan banyak wilayah <em>Rub al Khali</em> yang mulai ramai seiring terjadi perubahan gaya hidup dari para Bedu menjadi para pengusaha maju dan berkendaraan Mobil mewah. Untuk melihat padang pasir yang menghampar tak bertepi hanya butuh beberapa menit saja menuju timur laut untuk menuju tepian <em>Rub al Khali</em>. Pemerintah UAE sendiri sudah membangun jalan lingkar dari mulai kota Tarif, Medinat Zayed meliwati Liwa, kota asal dari klan <em>An-Nahyan</em> (pendiri negara UAE) sampai Ghayathi tempat pemukiman Bedu dari klan <em>Al mansoori</em>.  Maka sejak eksploitasi itu dimulai orang-orang di Gulf mulai memplesetkan <em>Rub al Khali</em> (empty quarter) menjadi <em>Rub al Ghali </em>( value quarter). Dari semula wilayah yang dipandang sebelah mata menjadi wilayah yang sangat bernilai (ghali) dan tambang duit.  Maha suci Allah yang menjadikan segala sesuatu ada keistimewaannya. Wallahu a&#8217;lam</p>
<p>Ruwais, Dzulqa&#8217;dah 1429 H</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/584/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=584&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/11/07/rub-al-khali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/11/desert.jpg?w=63" medium="image">
			<media:title type="html">desert</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/11/bedouin.jpg?w=65" medium="image">
			<media:title type="html">bedouin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/11/rub.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">rub</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syair &#8216;Million&#8217;</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/10/30/syair-million/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/10/30/syair-million/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 05:39:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar dari Buruh Migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[Apresiasi bangsa Arab terhadap kata sejak jaman Jahiliyyah sangat tinggi. Dahulu sebelum Islam turun, tumbuh dan berkembang di jazirah ini bangsa Arab sudah terkenal dengan kata-katanya yang indah terangkai dalam (entah) jutaan syair. Seperti tidak ada habisnya kata demi kata ditautkan menjadi sebuah untaian syair yang indah. Bahkan bagi yang tidak mengerti bahasa arab sekalipun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=572&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/10/konstentan.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-573" title="konstentan" src="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/10/konstentan.jpg?w=72&#038;h=96" alt="" width="72" height="96" /></a>Apresiasi bangsa Arab terhadap kata sejak jaman Jahiliyyah sangat tinggi. Dahulu sebelum Islam turun, tumbuh dan berkembang di jazirah ini bangsa Arab sudah terkenal dengan kata-katanya yang indah terangkai dalam (entah) jutaan syair. Seperti tidak ada habisnya kata demi kata ditautkan menjadi sebuah untaian syair yang indah. Bahkan bagi yang tidak mengerti bahasa arab sekalipun bisa menikmatinya paling tidak lewat diksi syair yang diucapkan.<span id="more-572"></span> Para penduduk Makkah konon saat itu lazim berkumpul menikmati setap kata yang diucapkan para penyairnya. Isinya bisa sebuah sanjungan, kisah heroik, ungkapan cinta, juga taklupa penistaan kepada sesuatu yang tidak disukai. Kesimpulannya apresiasi terhadap kata sangat tinggi di kalangan bangsa Arab. </p>
<p>Mungkin hal ini pula yang menjadikan mukjizat Nabi terakhir, Muhammad yang Mulia adalah Al-Qur&#8217;an. Wahyu yang menjelma menjadi sebuah rangkaian kata indah yang berisi tuntunan jalan hidup seluruh umat manusia. Firman Tuhan yang membebaskan manusia dari segala jeratan perbudakan sesama makhluk. Jika koran berisi berita yang sudah terjadi, maka Qur&#8217;an berisikan berita yang akan terjadi dan kemana kita akan kembali. Ia abadi terdokumentasi dalam bentuk mushaf hingga suatu saat nanti jelang kehancuran semesta sebagai simbol manusia tak memerlukan tuntunan lagi.</p>
<p> Dari sirah yang saya baca, bagaimana kekuatan serta keindahan gaya bahasa Al-Qur&#8217;an yang tinggi membuat seorang Umar Bin Khatab yang dulu terkenal bengis dan kejam serta hendak membunuh Nabi menjadi luluh hatinya dan menyatakan keislamannya di hadapan Rasulullah. Sampai-sampai saat itu ada himbauan untuk dilarang mendengarkan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an. Apresiasi terhadap kata dalam bentuk keindahan serta kandungaan maknanya sampai saat ini masih terus terjaga di kalangan bangsa Arab.</p>
<p><strong>Syair &#8216;Million&#8217;</strong></p>
<p><a href="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/10/juri.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-574" title="juri" src="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/10/juri.jpg?w=128&#038;h=88" alt="" width="128" height="88" /></a>Salah satu apresiasi terhadap &#8216;kata&#8217; di gulf dituangkan kedalam bentuk <em>Syair Million</em>. Sebuah kompetisi bergengsi antar negara-negara Arab terhadap keindahan kata dan makna. Pembacaan syair atau puisi ini berhadiah sampai jutaan dirham. Tahun ini saja berhadiah 5 juta dirham bagi pemenang pertama atau kalikan saja 2500 rupiah untuk dikonversikan  ke dalam nilai rupiah. Kompetisi ini menjadi daya tarik bagi seluruh Bangsa Arab karena bukan hanya hadiahnya yang besar tetapi juga soal gengsi.  kefasihan, ketajaman berpikir, ketinggian pemahaman bisa diukur dari pemakaian kata dan bagaimana mengungkapkannya. Kalau tidak ingin dibilang bilang bebal maka pergunakanlah kata yang baik. Kira-kira seperti itu mungkin citarasa mereka dalam hal apresiasi terhadap kata. </p>
<p>Seperti halnya sebuah kompetisi yang mengundang pro dan kontra, kompetisi ini pun mengundang keributan antar sponsor masing-masing negara peserta. Dari dua kali kompetisi diadakan pemenangnya selalu dari Qatar. Para pendukung dari Saudi yang merasa wakilnya lebih mampu dan indah dalam pengungkapan syair hanya jadi runner up. Para Hijazian tidak bisa menerima jika wakil mereka yang mashur dengan kefasihan serta penguasaan katanya yang tinggi harus jadi pecundang. Aksi boikot memboikot sempat mewarnai dunia maya. Namun akhirnya mencair setelah hadiahnya dinaikan ke 5 juta dirham (sebelumnya 1 jutaan dirham). Hampir mirip dengan kompetisi sepak bola dulu waktu di kampung. Hadiah kambing satu yang diperebutkan menyisakan masalah dan baku hantam antar suporter. Ketika hadiah dinaikan jadi kerbau, tetep juga&#8230;ribut lagi akhirnya.</p>
<p>Dengan adanya <em>syair million </em>saya menyaksikan sendiri tidak ada satu bangsa pun di dunia yang lebih hebat apresiasinya terhadap kata, syair, sastra atau apapun yang berkaitan dengannya selain bangsa Arab. Nilai hadiah yang diberikan sebesar jutaan dirham (dikalikan ke 2500 rupiah untuk konversi ke rupiah) bisa sebagai parameternya. Bagi kita, yang mengagungkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan nasional masih harus tertatih mengangkat dan menghidupkan sastra kita sendiri. Bagi para sastrawan nusantara yang berminat silahkan saja jalan-jalan ke website <a href="http://www.almillion.net">www.almillion.net</a> sekalian lihat bagaimana cara bangsa Arab membacakan puisi. Biasanya si pembaca puisi duduk atau berdiri di podium dan sama sekali puisi atau syair yang dilatunkan  tidak melihat teks. Saya tidak tahu apakah puisi tersebut spontan atau memang dihapal. Link berikut akan menampilkan salah satu kontestan pembaca puisi dan nikmati diksi serta cara mereka menympaikannya; <a href="http://video.alapn.com/view_video.php?viewkey=d305d79c2ebc8c188342">http://video.alapn.com/view_video.php?viewkey=d305d79c2ebc8c188342</a> .</p>
<p>Jadi para penyair Indonesia, siap bertarung? jangan lupa pakai bahasa Arab yah kekekek..!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/572/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=572&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/10/30/syair-million/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/10/konstentan.jpg?w=72" medium="image">
			<media:title type="html">konstentan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/10/juri.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">juri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Homeostasis</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/10/29/homestasis/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/10/29/homestasis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 05:13:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Buruh Migran]]></category>
		<category><![CDATA[alam bawah sadar]]></category>
		<category><![CDATA[alam sadar]]></category>
		<category><![CDATA[Homestasis]]></category>
		<category><![CDATA[lawangbagja]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=561</guid>
		<description><![CDATA[Keinginan berubah ada dalam diri setiap manusia. Apalagi perubahan yang dimaksud menuju kondisi yang lebih baik tentunya. Sering kita mengikuti bermacam-macam workshop untuk meningkatkan value diri kita mulai dari emotinal intelegence, indopower, achievement motivation, sampai ESQ. Pada saat lepas dari workshop kita menemukan jawaban bahwa untuk menuju hasil yang diinginkan dituntut sebuh perubahan. Namun seiring perjalanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=561&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:verdana, helvetica, sans-serif;"><a href="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/09/foto4.jpg"><span style="font-family:verdana, helvetica, sans-serif;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-488" title="foto4" src="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/09/foto4.jpg?w=128&#038;h=86" alt="" width="128" height="86" /></span></a>Keinginan berubah ada dalam diri setiap manusia. Apalagi perubahan yang dimaksud menuju kondisi yang lebih baik tentunya. Sering kita mengikuti bermacam-macam workshop untuk meningkatkan value diri kita mulai dari <em>emotinal intelegence, indopower, achievement motivation</em>, sampai ESQ. Pada saat lepas dari workshop kita menemukan jawaban bahwa untuk menuju hasil yang diinginkan dituntut sebuh perubahan. Namun seiring perjalanan waktu keinginan hanya sebatas keinginan dan selanjutnya kita kembali ke kondisi asal (ground state).<span id="more-561"></span></span></p>
<p> <span style="font-family:verdana, helvetica, sans-serif;">Saya pribadi mempunyai cerita tentang hal ini. Berubah bagi saya sebuah proses pertarungan tiada henti di dalam diri. Ada momentum yang saya pakai sebagai media perubahan. Saya menggunakan Ramadhan sebagai laboratorium tempat reaksi intra dan inter personal menuju keadaan yang lebih baik. Namun hasilnya tak kunjung memuaskan. Sebenarnya perubahan yang saya inginkan tidak muluk-muluk dan memerlukan biaya tinggi. Ini hanya sebuah perubahan sifat dasar manusia seperti dari mudah gusar menjadi lebih sabar, yang semula selalu perhitungan dalam bekerja menjadi ikhlas dan selalu ingin memberi terbaik, suka berburuk sangka menjadi positif minded, dlsb.</span></p>
<p> <span style="font-family:verdana, helvetica, sans-serif;">Percayalah dibalik semua workshop yang berkaitan emotional intelegece kunci yang kita temukan dibilik jiwa kita yang lusuh ini bahwa musuh yang pertama harus dirobohkan adalah keinginan untuk mempertahankan sifat asal. Seperti sebuah elektron yang setiap kali mendapat kelebihan energi ia merasa tidak nyaman dan selalu kembali pada keadaan <em>ground state</em>. Sama pula dengan manusia yang sudah memilih kondisi <em>ground statenya</em> sebagai pilihan nyaman. Seorang pemarah akan merasa bahwa dengan mudah menumpahkan amarah pada siapa saja sebagai sesuatu yang nyaman. Ia akan merasa gusar saat diminta menahan amarah atau sabar barang sebentar. Kesukaan kita kembali ke <em>ground state</em> itulah dikenal dengan istilah <strong><span style="font-size:medium;">HOMEOSTASIS.</span></strong></span></p>
<p> <span style="font-family:verdana, helvetica, sans-serif;">Menurut pakar psikolog, inilah kekuatan dalam diri manusia yang paling besar. ketidaksukaan pada perubahan atau sesuatu yang baru dan berusaha mengembalikan pada kondisi semula. Ini diibaratkan seperti karet gelang, saat karet ditarik untuk diregangkan kemudian karet dilepaskan. Karet kembali pada kondisi semula. Masih menurut sudut pandang psikolog bahwa HOMESTASIS bekerja di alam bawah sadar kita.  Saat alam sadar menginginkan perubahan maka terjadi pergulatan dengan alam bawah sadar.</span></p>
<p> <span style="font-family:verdana, helvetica, sans-serif;">Saya menganalogikan pada sebuah lingkaran elektron dengan beberapa elektron yang ada pada lintasan energi tersebut. Kestabilan sudah tercipta dan elektron bergerak sesuai dengan energinya. Dalam sebuah atom terdapat beberapa lintasan elektron. Masing-masing lintasan akan mempertahankan kondisi stabilnya. Saat elektron beranjak  menuju ke lintasan berikutnya maka ia-elektron tersebut harus kembali menyesuaikan diri  dan berusaha menemukan kenyamanan baru. Saat kenyamanan tersebut bisa dicapai maka ia akan kembali mempertahankan kestabilannya sekalipun semula ia tidak menyukainya.</span></p>
<p> <span style="font-family:verdana, helvetica, sans-serif;">Seperti itulah kondisi homestasis pada diri manusia. Perlu energi besar untuk meruntuhkannya. Saya bisa mengambil contoh pada pengalaman pribadi. Saat memutuskan keluar bekerja dari sebuah pabrik di Cilegon dan memutuskan pindah ke tempat baru dengan lingkungan dan kehidupan baru di Gulf bukan sebuah keputusan yang mudah. Saya sudah merasakan &#8216;kenyamanan&#8217; dengan lingkungan serta irama kehidupan yang ada. Bekerja mencari rizki di lain waktu dan menyempatkan waktu lainnya di lingkungan sosial berinteraksi bersama dengan memupuk idealisme sungguh indah. Meninggalkan itu semua seperti meninggalkan sebuah kehidupan dan pindah ke alam berikutnya. Di tepian waktu saya menghabiskannya dengan merenung dan berusaha untuk &#8216;berdamai&#8217; dengan alam bawah sadar saya. Seperti ada sebuah kesepakatan antara alam bawah sadar dan alam sadar bahwa saya sedang menuju perubahan yang &#8216;lebih baik&#8217;.</span></p>
<p> <span style="font-family:verdana, helvetica, sans-serif;">Menaklukan homestasis memang HARUS dengan kompromi. Hal tersebut pula yang dilakukan para terapist dalam memberikn konseling kepada pasien mereka. Kompromi antara alam bawah sadar dan alam sadar untuk menuju perubahan yang lebih baik. Ya! lebih baik..! itu kata kucinya. Alam bawah sadar kita cenderung melakukan penolakan terhadap sebuah perubahan karena terlanjur stereotip bahwa perubahan tersebut sesuatu yang belum tentu baik dan nyaman. Usaha untuk meyakinkan alam bawah sadar memang memerlukan dialog <em>intra personal</em>. Jika tidak sanggup kita memerlukan teman untuk menemukan titik kompromi dalam diri kita.</span></p>
<p> <span style="font-family:verdana, helvetica, sans-serif;">Dalam sebuah literatur, Homestasis tumbuh saat daya kritis pada diri manusia terbentuk. Makin kritis maka makin kuat daya Homeostasisnya. Pada diri anak-anak daya kritis baru berkembang. Itulah sebabnya pendidikan dini dengan menanamkan hal-hal positif lebih efektif dan manjur pada usia anak-anak. Seiring perkembangannya maka resistensi dari Homeostasis makin kuat. Di saat itulah dialog sebagai jalan keluar yang aman tanpa pertumpahan emosi.</span></p>
<p> <span style="font-family:verdana, helvetica, sans-serif;">Sebagai penutup, Homestasis sebuah bentukan yang ada dalam diri kita. Ia hadir sebagai penjaga pola serta ritme kehidupan kita yang tanpa kita sadari kita memilihnya sebagai jalan kehidupan kita. Ia begitu setia menemani kita dalam setiap kondisi dan memberikan perlindungan dengan rasa aman yang kita rasakan. Jika ingin meninggalkan sebuah kondisi dan hijrah pada kondisi berikutnya maka ajaklah terlebih dahulu ia untuk berdialog. Tanyakan padanya apakah ia berkenan menuju sesuatu yang lebih baik. lebih baik..jangan lupa sampaikan itu padanya!.</span></p>
<p> <span style="font-family:Verdana;">Ditulis (disarikan dari beberap sumber) :</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">JK-Lawangbagja, </span><span style="font-family:Verdana;">penulis Ambasador Rumahdunia untuk UAE, sebuah komunitas literasi di bumi Banten. Pengasuh <a href="http://www.pelangikecil.com/">www.pelangikecil.com</a> sebuah socialengine, komunitas dunia maya ramah keluarga untuk anak dan keluarga. Pengasuh <a href="http://www.kampoengbogor.com/">www.kampoengbogor.com</a> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/561/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=561&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/10/29/homestasis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2008/09/foto4.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">foto4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mozaik Gulf 1; Soal India</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/10/22/mozaik-gulf-1-soal-india/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/10/22/mozaik-gulf-1-soal-india/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 18:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Buruh Migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[Masih sedang berupaya mengumpulkan serpihan mozaik kehidupan di Gulf. Saya ingin memulainya dari yang ringan-ringan saja. Sebenarnya sesuatu yang tampak kasat mata di depan kita. Jadi bukan sesuatu hal yang istimewa. Hanya saja saat hal itu saya ceritakan pada teman, famili, dan sahabat yang kebetulan hanya bertemu lewat rangkaian kata menjadi sesuatu hal yang baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=541&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Masih sedang berupaya mengumpulkan serpihan mozaik kehidupan di Gulf. Saya ingin memulainya dari yang ringan-ringan saja. Sebenarnya sesuatu yang tampak kasat mata di depan kita. Jadi bukan sesuatu hal yang istimewa. Hanya saja saat hal itu saya ceritakan pada teman, famili, dan sahabat yang kebetulan hanya bertemu lewat rangkaian kata menjadi sesuatu hal yang baru dan semoga menambah khasanah perbendaharaan hidup mereka. Saya akan mulai cerita soal India pertama kali.</p>
<p><strong>Soal India: Indonesia=India?</strong></p>
<p>Pengetahuan saya soal Gulf sama sekali blank, Nol besar!. Saat menginjakkan kaki di Abu Dhabi yang terpikir masih sebuah pertanyaan,&#8221;Apakah saya akan betah tinggal di negeri yang saat musim panas berubah menjadi wajan raksasa yang siap &#8216;menggoreng&#8217; makhluk yang ada?&#8221;. Sekalipun berusaha mencari berbagai jawaban dan beragam pikiran saya kemukakan dalam bentuk intra communication,<span id="more-541"></span>namun tetap saja jawabannya satu; &#8220;Saya Butuh! betah..itu lain persoalan dan lain cerita&#8221;. Maka tidak ada itu dalam benak mencari data soal siapa saja yang menghuni Gulf, bagaimana adat isitadat, makanannya apa dlsb. Jadilah saya tidak begitu banyak mempersoalkan dengan siapa saya nanti berhadapan.</p>
<p>Oh ya.., sebelum ke Gulf saya mesti cerita dulu soal film India. India bukan hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Apalagi yang dulu punya kebiasaan <em>Hanging Out</em> depan TPI alias Televisi <em>Pelem</em> India. Saking banyaknya memutarkan film-film dari tanah hindustan ini sampai-sampai TPI dipelesetkan menjadi ikon India banget!. Wajar jika film-film India menghiasi layar kaca kita apalagi saat jam tayang <em>non primetime</em>. Untuk membuat acara sendiri budgetnya <em>gede</em>. Maka jadilah film-film India rajin menyapa kita karena murah meriah dan katakanlah cukup menghibur masyarakat kelas bawah.</p>
<p>Dalam film India masyarakat kecil menemukan kemiripan dengan realitas kehidupan.  Ada tuan Takur sosok yang kaya, jahat, congkak dan licik. Ada polisi culas dan penipu rakyat. Ada pemuda <em>Raj/Raja</em> si miskin yang ingin bahagia dan mencintai Rani,  si jelita yang kaya. Ada politisi korup yang kongkalikong dengan Tuan Takur. Wah serulah! Namun dari semua itu yang paling disukai oleh masyarakat bawah cuma satu sebenarnya. Tuan Takur beserta para konconya PASTI akan KALAH!. Hal yang jarang mereka temukan dalam film Holywood juga pada sinetron-sinetron yang menjual kewahan dan gaya hidup. Hasrat batin para wong cilik akhirnya dapat terpuaskan oleh film-film India yang terasa keberpihakannya pada mereka. Kita seperti sedang menertawakan kehidupan kita sendiri rupanya. India saat itu yang dalam pandangan saya pribadi sendiri dekat di mata juga dekat di hati. Dekat di mata karena saya amati ada yang sampai berulang-ulang film India dengan judul yang sama diputar sampai lecek di salah satu stasiun televisi kita. Saya sampai bertanya mungkin bagian <em>programmer </em>acaranya sudah mengidap Imsonia alias gejala lupa ingatan sementara sampai harus memutar-mutar film itu-itu juga. Dekat di hati karena saya kadung jatuh hati dengan Kajol, lawan main Sakh rukh Khan dalam Kuch-Kuch Hota Hai. Kerlingan sudut matanya bisa membuat saya terpeleset jatuh bangun jadinya.</p>
<p><strong>Soal India: Gulf yang sudah Terwarnai</strong></p>
<p>Sesampainya di Gulf saya mulai tersadar. Saat saya amati tatapan mata, tipikal wajah, gelengan kepala, bahasa yang saya dengar, makanan yang saya temui lengkap dengan kue bola-bolanya, ada sindhu di belahan tengah rambutnya, titik merah di jidat, kalung hitam di leher, gelang tali merah di tangan kiri, dan masih banyak lagi sesuatu yang tidak asing bagi Saya. Gulf adalah negeri pertama yang saya injak selain Indonesia, jadi harus asing buat saya tapi realitasnya berbeda dengan yang dirasakan .</p>
<p>Mengenal India tidak terlalu sulit. Karena secara budaya kita pun sudah banyak mengadopsi cara hidup mereka. Dulu nenek moyang kita menganut agama Hindu dan Budha yang memang berasal dari negeri Hindustan. Saat Islam datang, tidak serta merta hilang 100 persen. Sisa-sisa India masih begitu kuat menempel. Misalnya dari nama-nama orang Indonesia, ada Indra, Wisnu, Jaya, Dewi, Dewa, dlsb. Soal seni dangdut; yang sudah seperti nafasnya masyarakat Indonesia dari mulai diskotek sampai warung kopi,  juga menginduk ke lagu-lagu India. Masakan kari ayam atau <em>chicken curry</em> pun konon berasal dari India. Apakah mungkin ini bisa jadi alasan Indonesia sudah meng- India.</p>
<p>Ternyata bukan hanya Indonesia saja yang terwarnai oleh India tetapi di Gulf pun India aroma India sudah begitu menyengat. Bisa dikatakan denyut nadi Gulf lebih banyak ditentukan oleh ritme gendang para imigran India. Saat winter menjelang dan kebetulan berdekatan dengan pesta Divapali-Diwali, lazimnya mereka menyebutnya sebagai pesta cahaya. Dari toko grosir sampai mall menawarkan aneka produk. Di beberapa zona area perdagangan deretan kain-kain sari dengan aneka corak dan motif dipajang. Toko-toko emas dan berlian biasanya ramai dikunjungi. Motif yang ditawarkan pun sebisa mungkin selaras dengan kain sari yang nanti akan dikenakan. Mereka yang tidak bisa merayakannya di kampung halaman biasanya merayakan pesta Divapali di kota besar seperti Dubai. Tentu hal itu hanya mungkin bagi para imigran India dengan posisi tertentu saja.</p>
<p><strong>Soal India: Lingkup Pergaulan</strong></p>
<p>Dominasi kelompok tertentu akan membawa efek tertentu. Bisa dibilang stereotip terhadap sesuatu yang dominan akan cukup kental. Begitupun dengan imigran India. Wajar saja menurut saya, populasi mereka yang banyak sehingga segala sesuatu lebih mencuat ke permukaan. Di UAE saja, dari sekitar 4 juta penduduk, 1 juta pribumi, 1 juta India, sisanya warga dunia lainnya. Dalam catatan Institut Buruh Migran, India negara kedua terbesar di dunia dalam hal <em>remittance</em> atau penerimaan devisa dari para buruh migrannya. Sampai detik ini saya harus mengacungkan jempol bagi para lelaki India yang rela bekerja jauh ke negeri sebrang, bekerja kasar di tengah sengatan matahari 49 derajat dengan bau yang khas dan dibayar dengan upah yang cukup beli pulsa satu bulan.</p>
<p>Bagi komunitas Indonesia, punya sebutan khas bagi mereka, yaitu; orang bawang. Entah siapa yang memulai. pemberian nama ini bisa jadi karena mereka suka sekali makan bawang dalam resep masakan mereka. Konon bawang adalah pengganti unsur nafsu hewani yang berasal dari tumbuhan. Bagi orang India yang beragama Hindu, mereka adalah vegetarian. Protein hewani salah satu fungsinya adalah memicu &#8216;nafsu hewan&#8217; manusia. Nafsu hewan ini sebenarnya juga dibutuhkan untuk sex. Nah fungsi bawang itulah pengganti protein hewani agar sex mereka juga tetap <em>tune in</em>.  Maka sejak itulah orang Indonesia menyebut &#8216;kata sandi&#8217; orang bawang untuk orang India.</p>
<p>Jika hati tidak suka memang akan banyak alasan.  Begitu juga di tempat kerja. Saya harus melihat lebih bijaksana dalam memandang hidup. Mungkin itulah dibalik hikmah sekarang saya berada di tengah-tengah lingkungan kerja dengan aneka suku bangsa dan juga India  salah satunya. Masing-masing membawa karakter sendiri-sendiri. Baik menurut pandangan kita belum tentu baik menurut pandangan bangsa lain, begitu pula sebaliknya. Gesekan sebuah hal yang lumrah dalam sebuah lingkup pergaulan, tinggal bagaimana kita bisa menjadi seorang pemenang. Pemenang dalam hal menaklukan emosi dan ego kita sendiri, dan itulah sejatinya sebuah pergaulan.  </p>
<p>Hal lainnya saya melihat mereka cukup agresif dalam berbagai hal. Kecakapan berbicara dan punya mental yang cukup kuat. Agresif bagi masyarakat Indonesia sesuatu yang kurang bisa diterima. Budaya kita lebih banyak kesandung dengan urusan perasaan. Inilah rootcausenya. saya bisa ambil contoh dalam pemilihan ketua RT. Untuk mencari siapa yang mau jadi ketua itu akan butuh berhari-hari. KIta lebih memilih sebagai save player dengan kursi yang empuk dan nyaman. Saya pernah ikut dalam sebuah training team building. waktu itu setiap kelompok diminta menentukan siapa yang akan jadi leadernya. Belum sempat kita berbicara dan baru mulai salaing pandang, teman saya yang India sudah mengacungkan jari. &#8220;Saya saja leadernya!&#8221;</p>
<p>Saya tidak ingin mengajak berpikir negatif untuk hal ini. Mengeneralisasi persoalan untuk menggalang opini negatif hanya melahirkan bola salju yang membesar dan menggelinding menghancurkan siapa saja yang ada di hadapan. Jadi urusan suka dan tidak suka buat saya itu personal.  Lebih baik saya menulis bagaimana kegagapan saya berkomunikasi bahasa tubuh dengan mereka.</p>
<p><strong>Soal India: Bahasa Tubuh</strong></p>
<p>Anda tahukan orang India mempunyai gelengan kepala yang khas? Ya! ini masalah pertama yang saya rasakan dari <em>Inter personal communication</em>. Lazimnya orang akan menganggukkan kepala jika setuju dan menggelengkannya jika tidak. Question; Bagaimana jika setuju dan tidak setuju gelengan kepalanya sama? gelengan kepala India yang khas dengan cara menggoyangkan kepala seperti ada <em>per</em> (spring) di leher kita. Suatu hari saya bertanya kepada rekan kerja. Jawabannya simpel hanya ya atau tidak dengan isyarat tubuh juga boleh. Namun ia menjawab dengan menggelengkan kepala. Saya tanya sampai beberapa kali, tetap saja jawabannya sama, menggelengkan kepala. Saat memesan makanan ke kafetaria, bertanya pada petugas kebersihan, bertemu dengan pegawai bank, mencarter supir taksi, semua sama menggelengkan kepala untuk jawaban ya atau tidak.</p>
<p>Akhir dari semua itu adalah saya temukan kuncinya. Jika ya..ia mengeleng sekali. Jika tidak ia menggeleng dua sampi tiga kali. Jika bingung alias ia sendiri tidak tahu maka ia menggeleng sampai sepuluh kali. Sudahlah, saya harus mempunyai rumus sendiri daripada saya dibiarkan tersesat di belantara kebingungan. Saya persilahkan anda untuk mencobanya menggelengkn kepala saat teman anda bertanya sesuatu yang sebenarnya jawabannya simpel, ya atau tidak!.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/541/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=541&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/10/22/mozaik-gulf-1-soal-india/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesian Corner dan membangun Mimpi</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/10/14/indonesian-corner-dan-membangun-mimpi/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/10/14/indonesian-corner-dan-membangun-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 17:05:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Buruh Migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=524</guid>
		<description><![CDATA[
Sudah beberapa kali saya menikmati kesunyian di perpustakaan Ruwais. Letaknya menyatu dengan recreation center. Satu lorong dengan cinema Ruwais. Saya tidak tahu dalamnya cinema seperti apa karena tidak pernah masuk ke dalam sekali juga. Setiap masuk perpustakaan satu hal yang paling saya sukai adalah tagging pengumuman yang selalu ada di setiap perpustakaan. &#8220;Quite please, you are in [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=524&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="font-size:12pt;font-family:verdana, helvetica, sans-serif;">
<p><span style="font-size:x-small;"><a href="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2007/04/maen-game.jpg"></a><a href="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2007/04/maen-game.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-63" title="maen-game.jpg" src="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2007/04/maen-game.jpg?w=128&#038;h=95" alt="" width="128" height="95" /></a>Sudah beberapa kali saya menikmati kesunyian di perpustakaan Ruwais. Letaknya menyatu dengan recreation center. Satu lorong dengan cinema Ruwais. Saya tidak tahu dalamnya cinema seperti apa karena tidak pernah masuk ke dalam sekali juga. Setiap masuk perpustakaan satu hal yang paling saya sukai adalah <em>tagging</em> pengumuman yang selalu ada di setiap perpustakaan. &#8220;Quite please, you are in the library&#8221;, kalau di perpustakaan <span class="yshortcuts" style="background:none transparent scroll repeat 0 0;cursor:hand;border-bottom:medium none;">LIPI</span> bunyinya, &#8220;Dilarang berisik, Anda sedang di perpustakaan&#8221; . Entah kalo di Europa, seperti apa bunyinya. Tapi saya yakin pasti ada larangan untuk membuat kekacauan dan keributan. Seolah perpustakaan sangat sakral dan tempat yang paling sunyi setelah kuburan.<span id="more-524"></span></span></p>
<p>  <strong><span style="font-size:x-small;">Perpustakaan dan Membangun Peradaban</span></strong></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Namun inilah salah satu daya tarik bagi saya untuk mengunjungi perpustakaan publik. Ruangan besar dengan dinding bergema. Jika berbicara sesama pengujung setengah berbisik. &#8220;ada di sebelah mana raknya?&#8221; &#8220;was wes..wos..&#8221; hampir tidak terdengar sesama pengunjung berbicara. Berada di dalam atmosfir ruangan penuh buku memang mengasyikkan. Saya seperti berada di dalam ruangan penuh <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">harta karun</span>. Jutaan kata yang tertulis mewakili setiap masa. Seperti ada gambar audio visual yang berseliweran di dalam ruangan yang setiap harinya sepi ini. Ada gambar berisi peperangan, oh..mungkin itu dari buku sejarah. Ada gambar jenis macam hewan, oh ya..itu mungkin dari buku biologi. Ada gambar orang sedang beracting, mungkin itu dari buku sastra. Terkadang buku-buku yang tersimpan di dalam lemari tadi seperti berjingkrak- jingkrak membuat gaduh. Seolah berteriak, &#8220;jamah aku-jamah aku..hehe bukan begitu!,maksudnya baca aku!..baca aku!&#8221;. Saking girangnya  menyambut pengunjung yang datang.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Bukannya sok tahu dengan sejarah. Dulu, kekhalifahan Islam di Bagdad punya perpustakaan yang terbesar di dunia pada zamannya. Dinasti <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Bani Umayyah</span> dengan Sultan Harun Al Rasyid memang sukses menjadikan Bagdad sebagai pusat <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">ilmu pengetahuan</span>. Alih bahasa Latin ke arab ternyata membantu percepatan kemajuan ilmu pengetahuan di Eropa. Membaca, menulis, membangun perpustakaan adalah bagian dari pondasi membangun peradaban. Maka, tatkala pasukan Jenghis Khan datang, Tartar the Destroyer melumatkan buku-buku itu. Dibakar jadi abu dan dimusnahkan di sungai Eufrat. Konon sampai sungai Eufrat terbendung oleh buku-buku yang dibenamkan. Tinggalah sejarah Islam memasuki masa kelam. </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Tingkatan budaya berbahasa itu dimulai dari bercakap-cakap, mendengar, kemudian menulis dan membaca. Jika segala sesuatu hanya cukup dibicarakan maka jadilah ia angin lalu. Seberapa kuat ingatan kita menyimpan informasi?. <span class="yshortcuts">Jadi</span> semua harus dituliskan. Begitu juga dengan Al-Qur&#8217;an, Muhammad yang mulia memerintahkan Ibnu Mas&#8217;ud untuk menulis setiap wahyu. Bangsa Arab memang kuat hafalannya,tetapi saat banyak penghapal Qur&#8217;an gugur menjadi syahid maka di masa Khalifah Utsman bin Affan Qur&#8217;an dimushafkan (dibukukan). Seperti sekarang, Jadi hanya ada satu mushaf saja, yaitu mushaf Utsmany. Cetakaannya boleh banyak, isinya sama. Bisa kita bayangkan saat wahyu tidak segera dibukukan entah seperti apa jadinya.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Begitulah, budaya menulis, membaca dan serta ketersediaan perpustakaan diibaratkan membangun sebuah peradaban. Di dalamnya menjadi rujukan ilmu pengetahuan. Teman saya sempat protes, tidak perlu perpustakaan fisik saat ini. Semua ada di internet. Tinggal klik dan search saja. Saya tidak menyanggah, namun seperti halnya administrasi ada yang softcopy mesti ada juga yang hardcopy. Saling mem <em>back up</em> satu sama lain. Bukan menghilangkan satu sama lain. Namun bagi saya tetap saja aroma perpustakaan membuat saya bahagia. Kedamaian seolah tercipta diantara buah pemikiran yang brilian. Dari perjalanan panjang anak manusia yang entah sampai kapan.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><strong><span style="font-size:x-small;">Indonesian Corner dan membangun Mimpi</span></strong></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Bagian pilihan hidup saya untuk menemukan kedamaian di antara buku-buku. Maka saat di Ruwais ada perpustakaan saya bahagia. Sayangnya setiap kali masuk masih didominasi buku-buku dengan bahasa Arab. Inilah adegan tragisnya. Saya harus memilah buku-buku <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">bahasa Inggris</span> untuk mencoba meresapi isinya. Bahasa Arab buat saya terlalu berat karena tidak ada <em>fathah, kasroh </em>dan<em> domahnya</em>. Kalau pun saya ambil yang berbahasa Arab paling tidak majalah bulanan. Sayangnya isinya gambar-gambar cantik. Membuat saya alergi jadinya. Bukannya tidak suka, saya jadi ingin memiliki.  Begitulah endingnya, saya hanya menikmati gambar saja. Jika buku berbahasa Inggris masih <em>oke</em> lah!. Mungkin ini juga yang menjadi alasan orang Indonesia di Ruwais jarang mampir ke perpustakaan. Saya bertanya tiada henti..</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Satu kesempatan saya bertanya pada petugas <em>librarian</em>. &#8220;Saya lihat masih banyak rak-rak kosong. Bolehkah saya nyumbang buku? Ia menjawab, &#8220;Dengan senang hati menerimanya&#8221; . Saya jelaskan bukunya berbahasa Indonesia. Ia juga meyakinkan saya itu bukan masalah. Maka saya curahkan mimpi saya padanya agar satu hari kelak ada <em>Indonesian corner</em> di perpustakaan Ruwais. Eh..ia bahkan menyambutnya dengan berbinar-binar seolah saya sedang mengungkapkan kata cinta padanya. Maka selepas mengunjungi perpustakaan siang itu isi kepala saya muter-muter. Saya harus beli buku dari Indonesia, terus saya kirim ke sini, harga buku dan biaya kirim pasti lebih mahal biaya kirim. Muter lagi..sampai pusing dibuatnya. </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Maka saya pecahkan pusingnya saat ini dengan menulis. Saya bermimpi ada <em>Indonesia Corner</em> di perpustakaan Ruwais. DI PEA (persatuan emirat arab), Negara yang kaya duit sampai trilyunan dollar tidak punya satu pun perpustakaan kelas dunia. Kalau hotel dan mall kelas dunia banyak. Di sini memang jagonya. Saya sering sedih saat mengajak anak main ke Abu Dhabi. <span class="yshortcuts">Hanya</span> Mall yang dituju. Apa yang terjangkar dalam pikirannya saat besar nanti. Satu-satunya jalan mampir ke toko buku. Tetap saja menurut saya kondisi masih minim dan kurang seimbang. Sadarlah saya, saya terperangkap dalam dunia kapitalis. Seolah, yang terjadi di sini adalah siapa yang mengeksploitasi siapa. Para migran yang datang juga tak mau berpikir soal buku, pokoknya number one is dirham. Saat saya tanya ke penduduk asli dimana perpustakaan yang besar di Abu Dhabi, jawabnya &#8220;a..e..o..!&#8221; kata dia, &#8221;jangan tanya itu, mall saja!&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Saya sedang membangun mimpi sendirian. Di perpustakaan Ruwais ada Indonesia Corner, berjejal buku-buku dari indonesia. Bisa bahasa Inggris juga <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">bahasa Indonesia</span>. Pilihan menurut saya tepat. Jika membangun perpustakaan di rumah aksesnya sangat terbatas. Lagi pula masalah privacy tidak bisa diabaikan. Jika perpustakaan publik sudah jelas fungsinya. Dan saya kira sudah saatnya kita membiasakan diri mengunjungi perpustakaan bersama keluarga, putra dan putri kita. Di perpustakaan Ruwais di dinding sebelah timur sudah ada ruangan yang memang dikhususkan untuk anak-anak. Diberi pintu tersendiri, jadi jika anak-anak ribut tidak mengganggu pengunjung lainnya. Ketika kedua anak saya dibawa mereka bisa menikmatinya. Sayangnya, buku-buku anaknya masih berbahasa Arab. Butuh waktu cukup lama atau mungkin sangat lama untuk membiasakannya. </span></p>
<p> <span style="font-size:x-small;">Saat ini saya masih memilih buku-buku di flat saya yang akan diboyo ng ke perpustakaan di Ruwais. Jika Allah berkehendak saya juga ingin membeli buku-buku dari Indonesia dan mengaturnya untuk bisa dikirim ke sini. Saya juga bicarakan satu persatu pada orang-orang yang tepat dan kira-kira mempunyai visi yang sama. Tidak mudah menemukannya memang karena sepertinya kita sudah terlalu sibuk dengan urusan yang lain dan soal buku serta perpustakaan bukan sesuatu hal yang menarik. Jadi soal Indonesian corner di perpustakaan di Ruwais masih sedang tahap perjuangan untuk mewujudkannya. Ini bagian dari kampanye literasi di salah satu pesolok, remote area istilahnya. Atau perlukah John wood, si pendiri 1000 perpustakaan di dunia untuk didatangkan kemari untuk mewujudkan Indonesia corner? Sudahlah tidak perlu!. Kata SBY, bersama kita bisa!.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">     </span></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/524/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=524&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/10/14/indonesian-corner-dan-membangun-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2007/04/maen-game.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">maen-game.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sahabat</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/10/12/sahabat/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/10/12/sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 16:41:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Buruh Migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=517</guid>
		<description><![CDATA[Bagi sebagian orang percaya dunia penuh kepalsuan. Apalagi jika diukur dengan urusan materi. Ikatan persaudaraan pun akan cerai berai. Bagi mereka tak ada saudara jika sudah menyangkut duit. Begitu kerasnyaa kehidupan saat ini memang. Iklan aneka produk di layar kaca, revolusi industri media yang menjadi trend setter gaya hidup mengubah cara berpikir manusia. Semua membawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=517&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bagi sebagian orang percaya dunia penuh kepalsuan. Apalagi jika diukur dengan urusan materi. Ikatan persaudaraan pun akan cerai berai. Bagi mereka tak ada saudara jika sudah menyangkut duit. Begitu kerasnyaa kehidupan saat ini memang. Iklan aneka produk di layar kaca, revolusi industri media yang menjadi trend setter gaya hidup mengubah cara berpikir manusia. Semua membawa kita pada arus materialisme. Dunia memang menjadi rata dan sempit oleh teknologi. Kearifan lokal akan dibenturkan dengan ujian terberat yaitu budaya permisif.<span id="more-517"></span></p>
<p>Terlalu berat saya berpikir di paragraf pertama. Toh sebenarnya saya ingin mengajak ingatan kita tentang seseorang yang pernah hadir dalam kehidupan kita selama kurun perjalanan hidup. Seseorang yang akan menjadi tangan, saat kita terjatuh dan mengulurkannya untuk mengangkat kita bangkit dan terus berjalan. Ia menjadi dua biji mata saat pandangan kita kabur dan salah arah dalam melangkah dan menuntun kembali ke arah yang sebenarnya. Pendeknya, ia adalah seorang sahabat sejati.</p>
<p>Betapa manusia seperti ini kehadirannya hanya sesaat saja. Seolah ia sedang menunggu dipersimpangan jalan. Mungkin ia tahu saat itu kita akan salah arah dan dengan sabar ia menunjukan jalan yang sebenarnya. Jalan yang terjal menjadi begitu indah saat dilalui bersama seorang sahabat sejati. Tak banyak kenangan yaang tersimpan selain senyumannya yang membasahi kembali semangat kita yang hampir kering. Ia bahkan rela hanya sekedar menjadi &#8216;keranjang sampah&#8217; dari setumpuk persoalan kita yang dihadapi. Ah..betapa saya rindu bertemu kembali dengannya.</p>
<p>Di tepian waktu saya sering menyempatkan diri mengenang para manusia berlian yang menjadi bagian dari oase kehidupaan saya. Di mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa, mereka memang sempat hadir dalam kehidupan saya. Ah sekarang entah ada dimana mereka. Setiap kali melintas gurun pasir yang menghampar, ingin sekali kerongkongan saya mengeluarkan teriakan sampai tercekik terasa. Hanya sekedar memanggil namamu sahabat. Melepas kerinduan untuk mendengar tawa kalian saat saya berbuat tolol dalam kehidupan.</p>
<p>Di pojok sebuah ruangan tanpa jendela, di atas karpet hijau yang sudah mulai kumal, saya pandang wajah-wajah lusuh. Mereka bukan sahabat atau orang yang saya kenal sebelumnya. Namun ada satu hal yang mempertemukan mereka dengan saya di sini. Kita memang terdiam. Pandangan kita yang akhirnya berbicara. Kau, Kalian dan aku sudah merasakan kejenuhan. KIta muak dengan kasta terselebung yang memilah manusia dari ukuran materi belaka. Pandangan kita sama-sama merindukan sahabat di tempat asal kita masing-masing.  Saat kebahagian begitu mudah diterjemahkan ke dalam kata-kata. Kita sama-sama merindukan sahabat yang pernah hadir di perjalanan hidup kita.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/517/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&blog=982352&post=517&subd=rumahduniadubai&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2008/10/12/sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>