<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Just Another Go bloger in Paradise</title>
	<atom:link href="http://rumahduniadubai.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com</link>
	<description>Tuhan memuliakan Manusia yang meninggalkan Jejak di jalan-Nya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Dec 2011 05:30:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rumahduniadubai.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Just Another Go bloger in Paradise</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rumahduniadubai.wordpress.com/osd.xml" title="Just Another Go bloger in Paradise" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rumahduniadubai.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Erythros dan Lelang Amal Buku “Balada si Roy” (terjual seharga 3.6Juta!)</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/12/29/erythros-dan-lelang-amal-buku-balada-si-roy-terjual-seharga-3-6juta/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/12/29/erythros-dan-lelang-amal-buku-balada-si-roy-terjual-seharga-3-6juta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 05:29:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Buruh Migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=777</guid>
		<description><![CDATA[Pantai di salah satu ceruk jazirah Arabia di tepian teluk persia pagi ini, Sabtu 24 Desember 2011 tampak tenang dan nyaman. Beberapa kapal tanker sedang membuang jangkarnya. Tempat ini memang tidak pernah sepi dan merupakan wilayah yang sangat penting semenjak ribuan tahun silam. Halford Mackinder-1904, seorang pakar geografi dan teorisian terkenal Inggris di bidang ilmu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=777&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pantai di salah satu ceruk jazirah Arabia di tepian teluk persia pagi ini, Sabtu 24 Desember 2011 tampak tenang dan nyaman. Beberapa kapal tanker sedang membuang jangkarnya. Tempat ini memang tidak pernah sepi dan merupakan wilayah yang sangat penting semenjak ribuan tahun silam. <em>Halford Mackinder-1904</em>, seorang pakar geografi dan teorisian terkenal Inggris di bidang ilmu geo-politik bahkan menyebut Teluk Persia sebagai <em>heartland</em> atau jantung dunia.</p>
<p> E<strong>rythros<span id="more-777"></span></strong></p>
<p>Pada masa kekuasaan emperium Median, Teluk Persia dikenal dengan sebutan laut <em>Erithrea</em> atau laut Persia. Nama itu Erithrea diambil dari nama laksamana Iran, Erythros yang berhasil menguasai seluruh kawasan Teluk Persia. Di tempat yang sangat tua ini dan merupakan cikal bakalnya peradaban manusia mengenal perahu dan kami ikut menorehkan catatan sejarah yang tidak kalah penting dan menggelegarnya dari sekedar mitos seorang Erythros.</p>
<p>Jika dahulu Erythros  menguasai kawasan teluk karena ‘literasi’ yaitu membaca dan memahami betul strategisnya kawasan ini maka apa yang sedang kami lakukan tidak jauh berbeda. “Membaca Indonesia dari Timur tengah”  menjadi tema sentral  yang terus bervibrasi bahwa mengubah wajah Indonesia tidak hanya dengan mengirimkan delegasi pentas tari di setiap <em>event </em>internasional atau mensosialisasikan batik menjadi aset dunia namun ada sesuatu yang jauh lebih penting dari itu semua yaitu menghentikan pengiriman para tenaga kerja <em>nonskilled labour</em> dan menghapus cemoohan <em>‘housemaid country’ </em>bagi republic Indonesia.</p>
<p> Siapa sangka di kota kecil, di tepian teluk Persia banyak dihuni para pekerja professional yang suka atau tidak memberikan warna sangat positif bagi nama bangsa Indonesia. Kota kecil yang agak sulit ditemukan di peta ini bernama Ruwais. Sebuah kota industri tempat bermukim ratusan pekerja terdidik nan professional. Lambat laun di kota kecil ini nama Indonesia sudah tidak asing lagi. Di kota kecil ini pula rangkaian kegiatan gempa literasi secara resmi ditutup. Ada yang berbeda antara hari ini dengan hari-hari kemarin. Jika sebelumnya hanya sebatas penonton namun hari ini justru sebagai aktor. Gola Gong telah membuka pentingnya literasi bagi setiap anak bangsa. <em>Workshop be A Writer</em> bukan sekedar mengajak para peserta menjadi seorang pengarang tapi membuka hati dan mengisi ceruk-ceruk jiwa dengan  kecintaan pada budaya membaca hadir di setiap keluarga. Bapak Wisnu selaku plt. Dubes Indonesia untuk Abu Dhabi pun berkenan hadir sekaligus menutup rangkaian kegiatan ini. </p>
<p> <strong>Lelang Amal Buku “Balada si Roy”  (sold 3.6juta!!)</strong></p>
<p> Sudah 9 hari Gola Gong berada di Uni Emirat Arab, sejak 16 Desember 2011. Kedatangannya untuk membuka dan berbagi cakrawala khasanah ilmu pengetahuan dalam bidang kepenulisan serta berbagi informasi seputar kegiatan taman bacaan masyarakat di seluruh Indonesia membuka mata dan hati para peserta. Bukan hanya kepada para pekerja yang bermukim di Abu Dhabi saja akan tetapi juga para para nakerwan yang berada di penampungan.</p>
<p> Workshop kepenulisan memang baru kali pertama di gelar di negeri para syeikh ini. Sebuah kegiatan  yang mengasyikan sebenarnya. Bagaimana merubah gurun pasir, angin, matahari, pohon kurma, unta liar, chay, pharattha, biryani, makboush, burj khalifa, semuanya menjadi samudera ide yang tak pernah habis untuk digali.</p>
<p> Link-kita, sebuah kumpulan para professional yang peduli dengan peningkatan sumber daya manusia mencoba menghadirkan semangat dan jargon bahwa ‘literasi adalah kunci’ untuk kemudian berdiri tegak dan menjadi bermartabat. Dalam sebuah sesi workshop di penampungan diketahui bahwa masih ada  tenaga kerja perempuan Indonesia yang bisa lolos bekerja di luar negeri padahal yang bersangkutan tidak mampu membaca. Bisa kita bayangkan jika sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi kepadanya.</p>
<p> Pada kesempatan ini pula Gong bersosialisasi tentang Taman Bacaan Masyarakat yang dikelolanya, yaitu Rumah Dunia. Di penghujung tahun 2011 Rumah Dunia terpilih menjadi salah satu lembaga yang berhak mendapatkan bantuan pemerintah dalam pembangunan gelanggang dan sarana olah raga. Hanya memang biaya pembebasan tanahnya masih sedikit terkendala, belum lunas. Maka dalam kesempatan rangkaian kegiatan ini pula Indo-Emirates sebagai wadah para pekerja mensosialisasikan pengumpulan donasi pada peserta workshop.</p>
<p> Hal yang mengasyikan adalah saat dilakukan pelelangan amal untuk pembebasan tanah Rumah Dunia lewat buku  “Balada si Roy” edisi bundel. Buku ini milik Lawangbagja kemudian diserahkan untuk dilelang sebagai bentuk solidaritas untuk membebaskan tanah Rumah Dunia. Harga pembukaan ditawarkan senilai100 dirham (225 ribu rupiah)  kemudian naik menjadi 200 dirham oleh penawaran Lukman Setiawan (440 ribu) . Tidak lama Dicky Supiandi menawar seharga 500 dirham (1,2 juta). Perlahan naik ke 520 dirham (Partondo) kemudian  bertengger ke nilai 550 dirham (Rosili Awaludin) tapi kemudian melonjak ke 700 dirham (Dicky Supiandi).</p>
<p>Proses ini begitu seru dan mengasyikan. Gong sendiri teringat saat ransel ‘Balada si Roy’ yang bersejarah karena pernah menemaninya berkeliling dunia ditawar dengan harga kurang lebih 2 juta untuk lelang amal korban gempa Aceh.</p>
<p>“Ini Dejavu!”, seru Gong.</p>
<p>Panitia memberikan keistimewaan bahwa pemenang lelang berhak mendapatkan asistensi kepenulisan secara privat jarak jauh dengan Gola Gong. Akhirnya buku edisi bundel “Balada si Roy”  menjadi milik Irwan Nurcahyadi setelah memberikan penawaran tertinggi sebesar 1500 dirham (4 juta rupiah).  Bukan semata lelangnya tetapi lebih dari itu bahwa semangat literasi dalam bentuk solidaritas pada taman bacaan masyarakat yang menjadi <em>agent of change</em> sudah tumbuh dan bersemi di hati kami.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahduniadubai.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahduniadubai.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahduniadubai.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahduniadubai.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/777/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=777&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/12/29/erythros-dan-lelang-amal-buku-balada-si-roy-terjual-seharga-3-6juta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lelaki sundel bolong dan literasi di empty quarter</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/12/29/lelaki-sundel-bolong-dan-literasi-di-empty-quarter/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/12/29/lelaki-sundel-bolong-dan-literasi-di-empty-quarter/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 05:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Buruh Migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=775</guid>
		<description><![CDATA[ Tidak mudah menarik massa untuk masuk ke pusaran literasi. Budaya baca dan tulis apalagi menjadi seorang penulis masih merupakan hal yang asing bagi kita, orang Indonesia. Namun tentu minat dan kepedulian ini sedang terus dipompa dan dibakar oleh orang-orang yang hidupnya didedikasikan untuk ini.   Sekali lagi, mengapa harus ada Indonesia membaca? Mengapa mesti ada workshop [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=775&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Tidak mudah menarik massa untuk masuk ke pusaran literasi. Budaya baca dan tulis apalagi menjadi seorang penulis masih merupakan hal yang asing bagi kita, orang Indonesia. Namun tentu minat dan kepedulian ini sedang terus dipompa dan dibakar oleh orang-orang yang hidupnya didedikasikan untuk ini.</p>
<p>  Sekali lagi, mengapa harus ada Indonesia membaca? Mengapa mesti ada <em>workshop be a writer</em>? Toh semua baik-baik saja bukan? Hidup kita sudah terlalu jenuh  membicarakan buku, buku, buku, karena pada saat yang sama mulut para pembual mengoceh tentang nasib negeri yang setiap harinya dijejali masalah yang sebentar lagi tutup tahun maka tutup pula kisahnya. Oh iya, soal pertanyaan diawal paragraf tadi. Ya, Pertanyaan degil ini memang selalu muncul dimanapun dan kapanpun. Seolah kebutuhan manusia dibatasi oleh syahwat dan isi perut belaka. Seperti cara berpikir penguasa yang gemar memperlakukan rakyatnya seperti kerbau. Sediakan rumput hijau dan seketikan berhenti berpikir karena siang- malam memamah biak.<span id="more-775"></span></p>
<p> <strong>Lelaki Sundel Bolong</strong></p>
<p> Kelas literasi yang dimulai dari tanggal 16 hingga 19 yang bertempat di KBRI Abu Dhabi berjalan dengan lancar. Gong bertutur semula ia tidak menduga peserta akan terisi sampai 25 orang tapi ternyata antusias cukup tinggi melebihi 30 peserta. Belum ditambah dengan pelatihan yang diberikan kepada para nakerwan yang berada dipenampungan. Jumlah mereka sekitar 60an orang. Jumlah yang setiap bulan bisa bertambah tapi jangan pernah berpikir untuk berkurang.  Mereka umumnya para nakerwan yang sedang menjalani proses untuk kemudian dipulangkan ke tanah air. Biasanya mereka lari dari majikan karena tidak tahan dengan kondisi yang mereka hadapi. Para nakerwan yang umumnya para wanita Indonesia itu harus menerima kenyataan bernasib tragis pergi jauh tanpa perlindungan suami, kakak lelaki, bapak, paman,  ke tempat yang bisa diibaratkan penjara terbuka. Tinggal di tempat asing, budaya asing, orang-orang asing dan bahasa asing.</p>
<p>Dan yang lebih ‘asing’ lagi adalah kebiasaan para lelaki Indonesia yang melepaskan istri, anak perempuan, bibi, menantu perempuan, mertua perempuan, sepupu perempuan, keponakan perempuan dan nenek mereka untuk pergi jauh di luar jangkauan perlindungan dan sistem  hukum yang dapat memberikan jaminan berapa jam kerjanya setiap hari, hari liburnya, overtimenya,  dan lain sebagainya. Kebanyakan para lelaki ini adalah lelaki ‘sundel  bolong’ yang hati dan perasaan (baca; dada) mereka sudah lenyap. Bagaimana mereka tega melepaskan dengan menggantungkan ketidakjelasannasib pada seorang perempuan?. Padahal agama yang mereka anut sudah melarang tegas para perempuan pergi hingga bertahun lamanya apalagi ditambah tanpa perlindungan hukum yang jelas.</p>
<p> Lupakan! ! Saat ini yang ingin saya sampaikan adalah mereka para nakerwan sedang berbahagia karena telah mengikuti kelas menulis yang disampaikan oleh Gola Gong selama 2 hari dari tanggal 18-19 Desember 2011. Semua yang mereka simpan atau mereka menjadi gagu alias bisu karenanya menjadi Byar!! Jebol!.. Kata-kata melimpah ruah di 3 lembar kertas folio yang dengan susah payah mereka menguraikannya. Ini bukan persoalan mudah men-<em>decode</em> dan re<em>-code</em> setiap kata-kata yang hampir hilang dalam ingatan mereka karena sudah terlanjur menganggap sebagai bahwa apa yang terlah terjadi sudah diputuskan oleh  pedang takdir yang tajam hingga terasa menakutkan untuk diingat dan dituangkan dalam tulisan. Para perempuan tangguh itu mengurai kata demi kata di lembaran putih yang kemudian menjadi sumpek dengan perasaan yang menghimpit ,  menekan beban rasa.  </p>
<p> Para nakerwan  kemudian asik berkelana lewat kata dan berserapah tentang para lelaki sundel bolong yang rela melepaskannya pergi menyusuri pepasir yang tak berbekas jejaknya. Atau kemudian mereka menemukan cinta dari para anak bangsa.  Mereka berbahagia hingga ada yang tumpah haru. Ya..kata, membuat kita berbahagia.</p>
<p> Tibalah saatnya Gola Gong pamit hendak meneruskan pelatihan ke tepian <em>empty quarter</em>. Gong meminta izin. Sesaat suasana hening. Mereka seperti direnggut kebahagiaannya kembali.  Gola Gong menyadari bahwa saat mereka bahagia karena dipandu menemukan ‘kata’ tetapi kemudian seperti merasa kehilangan  karena sang pemandu petualangan kata itu pergi. Demi memuaskan dahaga mereka, Gola Gong menawarkan alamat rumah dunia dan nomor telepon maka berebutanlah para nakerwan untuk mendapatkannya.</p>
<p>“Semua boleh tulis alamat dan nomor telepon saya tetapi syaratnya jangan ada yang mengaku pacar ya!”,semua tertawa berhagia.</p>
<p> <strong>Gempa Literasi di Empty Quarter </strong></p>
<p>Perjalanan dilanjutkan menuju empty quarter. Di sini terdapat sebuah koloni kecil yang halaman depannya teluk Persia dan halaman belakangnya salah satu gurun terganas di dunia<em>, empty quarter</em>. Bersama Lawangbagja dan Sabar Riyanto  membelah malam . Menyusuri perjalanan sejauh 250 km dari  Abu Dhabi-Ruwais.  Sepanjang perjalanan Kami bertukar kisah, gagasan serta ide-ide yang mengasyikan. Tentang sebuah komunitas yang bermimpi mempunyai kegiatan budaya literasi yang tidak terhenti  hingga sebatas workshop saja.</p>
<p> Manusia Indonesia dimanapun berhak mendapatkan pencerahan dan mengejar ketertinggalan mereka. Entahlah, saya sendiri merasa tinggal di negeri yang budaya membacanya jauh dari harapan. Kami setiap hari hanya dijejali, <em>discount, summer offering, winter session, half price, futher cut</em>, dan seterusnya. Kapan kita akan menghargai hidup dengan kemuliaan sebagai manusia yang tidak terus digelayuti oleh topeng pakaian dan penampilan.</p>
<p> Kami beristirahat sejenak di Tariff, kota kecil  yang tepat berada diantara Abu Dhabi-Ruwais. Menemani Gola Gong yang sedang keranjingan makan nasi biryani. Setengah ayam  bakar habis. Udara dingin, nasi biryani dengan <em>saffro</em>n dilengkapi rempah-rempah khas Asia tengah dan ayam bakar memang nikmat bukann kepalang. Persoalannya adalah karena nasi biryani tidak memakai santan  tetapi masih gurih karena rempah-rempahnya.  Sedangkan Gong memang sudah lama libur makan santan karena sakit yang sedang dideritanya.</p>
<p> Workshop yang diberikan untuk para ibu dan remaja putri  memang sedianya di laksanakan dibalai pertemuan tetapi berhubung bangunannya sedang dipugar maka terpaksa hari pertama di rumah salah satu warga, Pak Agus Kurniawan. Walhasil…! Viola!…membludak, tidak cukup. Panitia berusaha hari kedua, (21 Desember 2011) bisa digelar di hall yang masih tersedia. Ya, gempa lietrasi Indonesia membaca, workshop be a writer terasa hingga ke tepian teluk Persia.  Dan tetap semangaatt!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahduniadubai.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahduniadubai.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahduniadubai.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahduniadubai.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/775/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=775&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/12/29/lelaki-sundel-bolong-dan-literasi-di-empty-quarter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Workshop be a writer, mengubah wajah Indonesia, dan sekarung mimpi</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/12/29/workshop-be-a-writer-mengubah-wajah-indonesia-dan-sekarung-mimpi/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/12/29/workshop-be-a-writer-mengubah-wajah-indonesia-dan-sekarung-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 05:17:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Buruh Migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=770</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering tergelitik rasa penasaran untuk tahu wahyu pertama apa yang diberikan Tuhan pada setiap utusan-Nya. Ketika Nabi Adam kali pertama diciptakan, Tuhan membanggakannya di hadapan malaikat, jin, dan iblis dengan meminta Adam menyebutkan nama-nama. Akan tetapi, setelah itu tidak diketahui apa wahyu yang diterima Adam saat kali pertama diturunkan ke bumi, masih berkutat soal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=770&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sering tergelitik rasa penasaran untuk tahu wahyu pertama apa yang diberikan Tuhan pada setiap utusan-Nya.<br />
Ketika Nabi Adam kali pertama diciptakan, Tuhan membanggakannya di hadapan malaikat, jin, dan iblis dengan meminta Adam menyebutkan nama-nama. Akan tetapi, setelah itu tidak diketahui apa wahyu yang diterima Adam saat kali pertama diturunkan ke bumi, masih berkutat soal &#8220;nama-nama&#8221;? (Dalam artian membaca).</p>
<p>Bagaimana dengan Ibrahim? Yusuf? Moses (Musa)? Solomon (Sulaiman)? Hingga Yesus (Isa) alaihissalam. Adakah sebuah kebetulan atau keistimewaan saat kemudian pada era Muhammad saw. wahyu yang pertama turun adalah &#8220;Iqra!&#8221;, &#8220;Bacalah &#8230;!&#8221;. bukan &#8220;Sembahlah &#8230;.&#8221;, atau &#8220;Bertasbihlah &#8230;!&#8221;, atau lainnya. Tetapi &#8220;Bacalah!&#8221; (Think, proclaim, declaim, etc.).<span id="more-770"></span></p>
<p>Sejarah kehidupan manusia secara umum dibagi dua. Sebelum manusia mengenal baca dan tulis dan setelah manusia mengenal baca dan tulis. Satu perbedaan yang sangat besar adalah saat kebudayaan baca dan tulis ditemukan kali pertama oleh bangsa Sumeria hingga abad 21.</p>
<p>Saat ini, bukan hanya bumi, melainkan tata surya mampu dijelajah oleh manusia. Daratan menjadi terasa sempit dan datar seolah tak memiliki border, dunia memiliki jendela di mana-mana. Di sudut kampung, gang-gang, jalan raya, rumah, pasar, mal, tak terhitung semua begitu mudah saling menyapa dan berserapah.</p>
<p>Teknologi seperti kian tak terkejar dan menjadi sesuatu yang sangat gandrung. Akan tetapi, tetap saja menjadi asing bagi manusia-manusia yang bebal dan malas membaca.</p>
<p>Workshop be writer</p>
<p>Gerakan &#8220;Indonesia Membaca&#8221; sebuah mahar untuk menjadi bangsa maju, memang terus tak lekang dikampanyekan oleh para penggiat literasi. Rumah-rumah baca kian menjangkau hingga ke pelosok. Program Internet masuk desa menyapa wajah-wajah polos yang haus akan kabar pesatnya zaman.</p>
<p>Sebuah mimpi besar yang ingin diraih sekalipun bangsa ini masih lusuh dan hampir tak punya malu dengan terus mengirimkan anak-anak perempuannya menjadi buruh rumah tangga di negeri-negeri orang. Lucunya, para penggede menyebutnya &#8220;Duta Bangsa&#8221;. Dari penyebutan &#8220;Duta Bangsa&#8221; saja saya mengenal betapa kacaunya cara berpikir para tuan itu. Jika &#8220;duta&#8221; sebuah utusan terhormat, kenapa kirim &#8220;pembantu&#8221; sebagai duta?</p>
<p>Satu hal yang bisa dijelaskan adalah karena masih malasnya orang Indonesia untuk membaca. Jika rajin membaca tentu tidak bodoh. Jika tidak bodoh tentu tidak akan mengirimkan seorang pembantu sebagai &#8220;duta&#8221; atau tidak akan ada seorang pun wanita Indonesia yang mulia menjadi pembantu di negeri orang.</p>
<p>Sejalan dengan gerakan &#8220;Indonesia Membaca&#8221; yang digelorakan di Tanah Air lewat beragam workshop kepenulisan, sosialisasi taman bacaan yang dikenal dengan &#8220;clue&#8221; Gempa Literasi, maka hal yang sama terjadi juga di negeri Teluk.</p>
<p>Mulai 16 s.d 26 Desember 2011, gempa literasi merambah kawasan teluk dan menyapa warga Indonesia yang bermukim di sepanjang teluk Persia. Kegiatan ini berupa &#8220;Workshop Be Writer&#8221; dalam rangkaian kegiatan &#8220;Gempa Literasi&#8221; dengan tema &#8220;Membaca Indonesia dari Timur Tengah&#8221;. Sebuah rangkaian kegiatan yang dimulai dari kota Abu Dhabi kemudian ke kota Ruwais Uni Emirat Arab.</p>
<p>Sedianya Hal yang sama pun akan dilaksanakan di Dubai. Namun sayangnya tidak jadi karena alasan teknis yang bukan hak saya menjelaskan. Kegiatan ini bukan hanya ditujukan bagi para pekerja profesional dan pelajar yang bermukim di Negara Persatuan Emirat Arab saja, melainkan bagi para nakerwan yang saat ini berada di penampungan di KBRI Abu Dhabi.</p>
<p>Semangat literasi ini mendapat dukungan sangat baik dari Kedutaan besar Republik Indonesia di Abudhabi, Garuda Indonesia serta Bank Mandiri perwakilan PEA dengan menghadirkan pahlawan literasi Indonesia yang baru saja mendapatkan penghargaan Presiden lewat IKAPI award-nya, yaitu GOLA GONG-Balada Si Roy.</p>
<p>Mengubah wajah Indonesia</p>
<p>Mengubah wajah Indonesia di negara kaya minyak memang bukan pekerjaan membalikan telapak tangan. Satu juta lebih warga negara Indonesia yang mengadukan nasibnya di negara-negara teluk yang kaya minyak masih didominasi oleh tenaga kerja unskilled labour yang di atas saya singgung sebagai &#8220;Duta Bangsa&#8221;.</p>
<p>Belum lagi anak-anak bangsa yang meremahkan harga dirinya menjadi warga haram dan tersebar tak terlacak bagai makhluk jejadian hampir di setiap negara.</p>
<p>Mantan Duta Besar Indonesia untuk PEA (2009-2011), Wahid Supriyadi, pernah menyampaikan betapa beliau merasa &#8220;terhina&#8221; saat kali pertama menginjakkan kakinya di negeri tempat dia bertugas saat itu. Persoalannya adalah pekerjaan rumah yang masih belum berubah, yaitu membangun nama besar bangsa di tengah realitas yang begitu terpuruk.</p>
<p>Namun, dalam kurun waktu tiga tahun dengan dedikasi yang luar biasa sebuah lompatan besar telah terjadi. Indikasinya adalah nilai kerja sama ekonomi yang dulu hanya berkutat dihitungan angka-angka sempoa, saat ini sudah mencapai miliar dollar.</p>
<p>Mengapa begitu penting mengubah wajah ini di kancah international, khususnya di Timur Tengah? Suka atau tidak suka pada saat gonjang-ganjing ekonomi melanda negara-negara maju di Eropa sana, justru Timur Tengah menjadi primadona karena surplus kapital dengan minyak hitamnya.</p>
<p>Semua mata dunia nanar melihat uang begitu mudah dihambur-hamburkan. Timur Tengah menjadi gerbang menjanjikan bagi pasar Afrika, Asia Tengah, dan sekitarnya. Infrastruktur serta mesin-mesin uang dalam bentuk industri-industri besar dari hulu sampai hilir dibangun dengan kapasitas jutaan ton seolah siap mencaplok dunia dan seisinya.</p>
<p>Lalu, di tengah kompetisi serta kesibukan yang masif ini di mana wajah Indonesia? Sejalan dengan semangat yang pernah disampaikan oleh Wahid Supriyadi, mantan Dubes RI untuk PEA, bahwa usaha yang telah beliau rintis harus dilanjutkan.</p>
<p>Mengubah wajah Indonesia di pentas internasional, khususnya di negara yang didiami 200 lebih warga negara asing dari berbagai suku bangsa tidak hanya sebatas pada tataran diplomatik dan ekonomi semata, tetapi pada pembangunan kualitas manusia Indonesia di mana pun berada.</p>
<p>Jika semua warga Indonesia yang tersebar di belahan dunia menulis dan menyampaikan gagasan serta ide-ide positifnya, bukan hanya satu orang yang membaca, melainkan seluruh dunia ikut membaca.</p>
<p>Wajah baru Indonesia ini penting sekali digaris bawahi tanpa pernah lagi mengirimkan tenaga kerja yang tidak terdidik ke negeri orang, di mana pun dan sampai kapan pun. Dan, tugas mengubah wajah Indonesia adalah kewajiban yang diemban setiap anak bangsa.</p>
<p>Sekarung mimpi</p>
<p>&#8220;Think Global, Act Global!&#8221;, Begitu saat ini jargon baru diucapkan oleh Gola Gong pendiri komunitas baca Rumah Dunia. Dahulu, ketika kali pertama dirintis masih terbatas pada &#8220;Think Global, Act Local&#8221; dengan mendidik anak-anak kampung agar mampu menggenggam dunia, maka saat ini tidak hanya anak-anak kampung Ciloang saja yang bisa menikmati gurihnya dunia literasi, tetapi warga Indonesia di belahan dunia lain pun dapat merasakan hal yang sama.</p>
<p>Memang diakui, para penulis yang lahir dari para tenaga kerja di Timur Tengah masih dibilang miskin karya. Sebenarnya banyak potensi, tetapi masih malu-malu untuk tampil dan melahirkan buku-buku yang ikut mewarnai kancah kepenulisan nasional.</p>
<p>Selama ini baru Eni Kusuma (Anda Luar biasa) dkk. dari para pekerja migran di Hong Kong atau Yenni (Gadis Bukan Perawan) dkk. dari Taiwan yang baru dikenal. Meskipun begitu usaha melahirkan karya-karya sudah perlahan dimulai oleh lahirnya buku &#8220;Tamasya ke Masjid&#8221; (Jaya Komarudin Cholik-Gong Media Cakrawala) yang pertengahan tahun lalu diluncurkan.</p>
<p>Sekarung mimpi yang akan diraup dan diwujudkan oleh Link-Kita, organizer kegiatan ini adalah lahirnya para penulis baru yang akan mewarnai kancah kepenulisan yang tidak hanya nasional, tetapi juga internasional.</p>
<p>Semua menjadi serba mungkin jika hal tersebut sungguh-sungguh diupayakan. Sekarung mimpi itu saat ini tengah diupayakan dengan hadirnya kegiatan workshop ini. Terlebih dengan keberadaan dua komunitas warga Indonesia yang mengelola para profesional di negeri PEA ini, yaitu KMMI Abu Dhabi dan Indo-emirates yang bahu membahu agar kegiatan ini berjalan dengan baik.</p>
<p>Dalam sekarung mimpi itu tentu saya bermimpi wajah Indonesia yang teringat bukan wajah-wajah lusuh anak bangsa di penampungan tetapi wajah-wajah berseri menyambut Indonesia maju dan gemilang di kancah dunia sampai berakhirnya masa.</p>
<p>*Aktivis penggerak literasi, ambassador rumah dunia untuk PEA. Penanggung jawab kegiatan, penulis buku &#8220;Tamasya ke Masjid&#8221;- Gong Media Cakrawala. Bermukim di Timur Tengah, bekerja di sebuah perusahaan multinasional.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahduniadubai.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahduniadubai.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahduniadubai.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahduniadubai.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/770/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=770&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/12/29/workshop-be-a-writer-mengubah-wajah-indonesia-dan-sekarung-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salik, Jalan Cinta</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/11/06/pecinta-sejati/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/11/06/pecinta-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 07:42:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pena Buruh Migran]]></category>
		<category><![CDATA[mabuk rindu]]></category>
		<category><![CDATA[pecinta]]></category>
		<category><![CDATA[sejati]]></category>
		<category><![CDATA[suluk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[Jangan pernah ditanya orang yang sedang mabuk cinta segara..tak kan mampu meredamkan gelora api asmara pernah merasakan cinta? sesungguhnya cinta? cinta membakar semua dendam menjadi abu cinta melunakkan batu seperti kapas cinta membuat kematian menjadi indah Jangan pernah ditanya kemana para pecinta sejati akan pergi karena mereka pergi sesuka hati karena mereka menghadirkan sesuatu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=759&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan pernah ditanya<br />
orang yang sedang mabuk cinta<br />
segara..tak kan mampu meredamkan<br />
gelora api asmara<br />
pernah merasakan cinta?<br />
sesungguhnya cinta?<br />
cinta membakar semua dendam menjadi abu<span id="more-759"></span><br />
cinta melunakkan batu seperti kapas<br />
cinta membuat kematian menjadi indah<br />
Jangan pernah ditanya<br />
kemana para pecinta sejati akan pergi<br />
karena mereka pergi sesuka hati<br />
karena mereka menghadirkan sesuatu yang tidak nampak<br />
oleh mata dan indera<br />
para pecinta sejati<br />
tidak memerlukan jasad..<br />
tapi cukuplah kata<br />
dan getar yang dirasakan dari seluruh pembuluh nadi<br />
mencintai Tuhan..menicintai makhluk..<br />
itu sama saja<br />
karena semua adalah milikNYA dan berasal dariNYA dan akan kembali kepadaNYA</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahduniadubai.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahduniadubai.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahduniadubai.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahduniadubai.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/759/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=759&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/11/06/pecinta-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arafah lautan Cinta</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/11/04/arafah-lautan-cinta/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/11/04/arafah-lautan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 20:18:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Buruh Migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=761</guid>
		<description><![CDATA[Ada hal yang menarik saat berbicara tentang Haji. Seperti diketahui, setiap muslim dari penjuru dunia datang ke Mekkah dengan alasan yang sama ingin menjumpai ka&#8217;bah. tetapi..pertanyaan menariknya adalah, kenapa justru ibadah haji adalah wukuf di &#8216;arafah? bukan di masjidil haram..yang menjadi kiblat ummat Islam. Tuhan memilih &#8216;arafah dengan beberapa alasan. haruslah dibedakan menjumpai Allah, Tuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=761&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada hal yang menarik saat berbicara tentang Haji. Seperti diketahui, setiap muslim dari penjuru dunia datang ke Mekkah dengan alasan yang sama ingin menjumpai ka&#8217;bah. tetapi..pertanyaan menariknya adalah, kenapa justru ibadah haji adalah wukuf di &#8216;arafah?<br />
bukan di masjidil haram..yang menjadi kiblat ummat Islam.<span id="more-761"></span><br />
Tuhan memilih &#8216;arafah dengan beberapa alasan. haruslah dibedakan menjumpai Allah, Tuhan dengan menjumpai ka&#8217;bah (makhluk)..Ada penegasan yang kuat tentang pemilihan tempat ini.<br />
lainnya,..&#8217;arafah adalah miniatur mashyar..yang kelak manusia akan dikumpulkan dengan cara yang sama..Pada saat itu, tidak ada lagi yang mengakui raja atau penguasa..hanya DIA..Allah saja penguasa TUNGGAL! Itulah sebabnya dalam surat al fatihah ini pun dicantumkan, 17 kali minimal setiap muslim membacanya..<br />
maaliki yaumi addiin..<br />
Mengenal kata &#8216;arafah..ternyata menyimpan banyak arti.<br />
Ia bisa berarti tahu/menegrti..maka seorang hamba haruslah mengerti apa yang patut disembah dan dimulyakan..dari &#8216;arafah memiliki akar kata yg sama dengan ma&#8217;ruf (&#8216;ain, ra, fa) artinya kebaikan..maka seorang haji mestilah menjadi simbol kebaikan dan menyuruh kebaikan..</p>
<p>Arafah pun memiliki tautan kata dengan &#8216;irfan..artinya ilmu pengetahuan. Islam adalah agama yang paling rasional dan mudah diterima akal..secara Islam tidak pernah mengabaikan ilmu pengetahuan.<br />
masih dari &#8216;arafah, akar kata ini bercabang menjadi ta&#8217;aruf-salaing mengenal..<br />
bahwa Tuhan menciptakan manusia bersuku dan berbangsa agar saling mengenal..jika mengenal maka lahirlah sifat rahim..kasih sayang.</p>
<p>Arafah pun masih bersambung dengan kata i&#8217;tiraf..artinya pengakuan. hendaklah sebagai hamba yang bergelimang dosa dan kesalahan selalu menyadari dan mengakui bahwa Tuhan yang memuliakan manusia maha pengampun dan tempat meminta ampunan. Maka pada ahri &#8216;arafah Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya..bukan hanya bagi para jamaah haji saja tetapi bagi semua hamba-NYA&#8230;maka sebaiknya kita pun sama-sama memperbanyak istigfar..</p>
<p>yang terakhir adalah, &#8216;arafah bermuara -katanya menjadi ma&#8217;rifah..yang merupakan pencapaian tingkat tertinggi bagi sebuah cita, cinta dan asa. Ma&#8217;rifat sebuah pengenalan tanpa batas dan hijab antara hamba dan Sang Khalik&#8230;Tiada yang patut dimulyakan, selain DIA seorang&#8230;<br />
tiada yang paling patut disembah selain DIA seorang..tiada yang paling dirindu, menajdi tumpuan harapan, pelindung dari rasa takut&#8230;hanya DIA seorang.<br />
Allah &#8216;azza wajalla&#8230;Tuhan yang memuliakan manusia&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahduniadubai.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahduniadubai.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahduniadubai.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahduniadubai.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/761/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=761&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/11/04/arafah-lautan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>romansa</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/11/04/romansa/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/11/04/romansa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 18:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Buruh Migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=749</guid>
		<description><![CDATA[Kita tidak pernah menduga saat kisah yang hadir bagai romansa rintik hujan di pagi hari Kau, Aku berselimutkan kehangatan dari tungku api rindu yang baranya hangatkan jiwa<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=749&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita tidak pernah menduga<br />
saat kisah yang hadir<br />
bagai romansa rintik hujan<br />
di pagi hari<br />
Kau, Aku<br />
berselimutkan kehangatan<br />
dari tungku api rindu<br />
yang baranya hangatkan jiwa</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahduniadubai.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahduniadubai.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahduniadubai.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahduniadubai.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/749/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=749&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/11/04/romansa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rindu</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/11/04/rindu/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/11/04/rindu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 03:01:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Buruh Migran]]></category>
		<category><![CDATA[romansa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=755</guid>
		<description><![CDATA[Rindu seperti butiran hujan yang melebat saling berkejaran menyentuh kulit bumi seriuh dan segaduh percikannya meluber tumpah dari paritparit hati menggenangi jantung, empedu, paruparu, mulut, mata. hingga aku mati dalam hasrat<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=755&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rindu</p>
<p>seperti butiran hujan yang melebat</p>
<p>saling berkejaran menyentuh kulit bumi</p>
<p>seriuh dan segaduh percikannya</p>
<p>meluber tumpah dari paritparit hati</p>
<p>menggenangi jantung, empedu, paruparu, mulut, mata.</p>
<p>hingga</p>
<p>aku mati dalam hasrat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahduniadubai.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahduniadubai.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahduniadubai.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahduniadubai.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/755/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=755&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/11/04/rindu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rindu Arafah</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/11/04/rindu-arafah/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/11/04/rindu-arafah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 03:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pena Buruh Migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=752</guid>
		<description><![CDATA[Aku merindukan arafah. Berada diantara hamparan jutaan manusia. Kau, aku, kita merasakan kenikmatan yang sama. Dalam balutan 2 helai kain putih. Satu dililitkan di pinggang, dan satu lagi dililitkan di bahu. Tak ada gaya, brending, wewangian misk, oud atau paris galery. Aku merindukan Arafah.. yang benderang seperti mahsyar.. aku mengunjungi-Mu wahai Tuhan yang memuliakan manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=752&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku merindukan arafah.</p>
<p>Berada diantara hamparan jutaan manusia.</p>
<p>Kau, aku, kita merasakan kenikmatan yang sama.<span id="more-752"></span></p>
<p>Dalam balutan 2 helai kain putih.</p>
<p>Satu dililitkan di pinggang, dan satu lagi dililitkan di bahu.</p>
<p>Tak ada gaya, brending, wewangian misk, oud atau paris galery.</p>
<p>Aku merindukan Arafah..</p>
<p>yang benderang seperti mahsyar..</p>
<p>aku mengunjungi-Mu</p>
<p>wahai Tuhan yang memuliakan manusia</p>
<p>aku bergerak..</p>
<p>seperti butiran air menuju samudera talbiyah</p>
<p>&#8220;aku memenuhi panggilan-Mu..! wahai Tuhan yang memuliakan manusia..&#8221;</p>
<p>aku berevolusi</p>
<p>mati..hidup..mati..hidup&#8230;</p>
<p>Terseret pusaran arus yang setiap degup jantungnya menyerukan panggilan</p>
<p>&#8220;labbaik allhumma labbaik..&#8221;</p>
<p>aku memenuhi panggilan-Mu, wahai Tuhan yang memuliakan manusia..</p>
<p>aku melihat wajah-MU</p>
<p>diatas hamparan pepasir, permukaan batu, di dalam indera-indera, di bawah<br />
permukaan kulit, dalam lembah, di kaki-kaki langit</p>
<p>seperti sebuah perjumpaan sepasang penangtin yang tersekat di bilikbilik mihrab</p>
<p>&#8230;</p>
<p>aku berlarilari kecil</p>
<p>menikmati dejavu kegelisahan Hajar</p>
<p>di antara sa&#8217;i dan thawaf</p>
<p>sebuah cinta telah terbakar dan</p>
<p>mati dalam cahaya</p>
<p>Tuhan</p>
<p>aku merindukan arafah&#8230;</p>
<p>seperti Adam yang merindukan Hawa</p>
<p>Kau berikan cinta, Kau pisahkan, Kau remukredamkan cinta keduanya</p>
<p>lalu Kau pertemukan kembali di Arafah..<br />
karena tempat ini, adalah tempat pertemuannya para pecinta yang menjelma menjadi samudera yang menenggelamkan dosan dan nista</p>
<p>maka</p>
<p>kurindukan arafah</p>
<p>seperti ketika Kau merindukan dan menaruh harapan manusia kembali</p>
<p>untuk menatap wajah-Mu</p>
<p>di taman yang terindah</p>
<p>kelak</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahduniadubai.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahduniadubai.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahduniadubai.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahduniadubai.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/752/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=752&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/11/04/rindu-arafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Solidarnosc</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/10/30/solidarnosc/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/10/30/solidarnosc/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 18:26:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Buruh Migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=744</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya bertanya pada seorang alim dari Hedarabad India. &#8220;kenapa Allah mesti mengatur waktu solat? bukankah DIA ada kapan saja? dan kita tak perlu bersusah payah menunggu waktu hanya &#8216;katanya&#8217; untuk sekedar bertemu&#8221;. &#8220;We should able to pray anytime..&#8221; seloroh saya. Ia tersenyum seperkedipan mata. Kemudian menjawab. &#8220;Islam is a Social religion..not Individual&#8221; Islam adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=744&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika saya bertanya pada seorang alim dari Hedarabad India.</p>
<p>&#8220;kenapa Allah mesti mengatur waktu solat? bukankah DIA ada kapan saja? dan kita tak perlu bersusah payah menunggu waktu hanya &#8216;katanya&#8217; untuk sekedar bertemu&#8221;.</p>
<p>&#8220;We should able to pray anytime..&#8221; seloroh saya.</p>
<p>Ia tersenyum seperkedipan mata. Kemudian menjawab.<span id="more-744"></span></p>
<p>&#8220;Islam is a Social religion..not Individual&#8221;</p>
<p>Islam adalah agama sosial yang sangat menghargai hak-hak individu.</p>
<p>Islam mengajarkan kebersamaan namun tetap sangat menjaga hak-hak privasi.</p>
<p>Islam menempatkan kepentingan umum sebagai hal utama denagn tidak mengabaikan kepentingan pribadi.</p>
<p>Apa manfaatnya agama jika manusia hanya memikirkan diri sendiri?</p>
<p>Apa manfaatnya agama jika jalinan silaturahim terputus?</p>
<p>Apa manfaatnya agama jika kita kenyang namun tetangga sebelah kelaparan?</p>
<p>Apa manfaatnya agama jika para pemimpin perut buncit kelebihan gizi namun rakyat kekurangan gizi?</p>
<p>Itulah sebabnya Islam &#8216;setengah mewajibkan&#8217; oh tidak..mewajibkan sebenarnya para muslim untuk solat berjamaah di masjid.</p>
<p>Jangan pernah merasa menjadi seorang muslim (untuk para lelaki) yg baik jika solat 5 waktu sendirian di rumah.</p>
<p>Saat sering bertemu, maka kita kenal, kemudian menyapa, kemudian berbincang, kemudian ia, ia. dan dia menjadi mereka yang mengisi hati-hati kita, kau dan saya.</p>
<p>maka saat ada dalam Islam..tidak ada yang masuk surga sendirian..dan</p>
<p>sungguh tidak enak tinggal di negeri yang indah tur genah merenah tumaninah segala-gala ada tapi..cuma sendirian?</p>
<p>bukankah salah satu kenikmatan hidup adalah berbincang dan memperbincangkan diri di diapan yang lain? atau mendengarkan kisah teman dan sahabat?</p>
<p>Jika sosialist mengatakan SOlidarnosc itu inti mazhabnya tetapi kemudian di sisi lain menciptakan kubu proletar dan borjuis..maka Islam jauh lebih solidarnosc..lebih sosialist tanpa menciptakan jurang pemisah kaya dan miskin..karena yang kaya HARUS mensubsidi yang miskin dengan zakatnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/744/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/744/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahduniadubai.wordpress.com/744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahduniadubai.wordpress.com/744/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahduniadubai.wordpress.com/744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahduniadubai.wordpress.com/744/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/744/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/744/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/744/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=744&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/10/30/solidarnosc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cer-Man (cerita teman yang kesepian)</title>
		<link>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/10/30/cer-man-cerita-teman-yang-kesepian/</link>
		<comments>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/10/30/cer-man-cerita-teman-yang-kesepian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 18:23:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak-Jejak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Buruh Migran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahduniadubai.wordpress.com/?p=742</guid>
		<description><![CDATA[E ntahlah apa yang menghinggapi isi kepala saya sehingga tergerak untuk menulis genre baru, Cerman-Cerita Teman. Mungkin ada yang ingin bertanya, kenapa saya tidak menceritakan tentang diri sendiri saja? Bagaimana hidup di sini, menatap sepanjang kanan kiri jalan yang datarrrr sedatar- datarnya. Coklat pucat yang kadang-kadang tampak dari kejauhan sembulan seperti bukit. Apapun yang ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=742&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>E ntahlah apa yang menghinggapi isi kepala saya sehingga tergerak untuk menulis genre baru, Cerman-Cerita Teman. Mungkin ada yang ingin bertanya, kenapa saya tidak menceritakan tentang diri sendiri saja? Bagaimana hidup di sini, menatap sepanjang kanan kiri jalan yang datarrrr sedatar- datarnya. Coklat pucat yang kadang-kadang tampak dari kejauhan sembulan seperti bukit. Apapun yang ada di balik itu mungkin ujung dunia, mungkin kampung abah Imin, atau mungkin juga Afrika karena kami jarang berminat untuk menelusuri alam terjal nan gersang. Dunia hanya sebatas gundukan-gundukan yang tampak gagah setelah hamparan datar tanah kosong yang didiami makhluk yang suka memendam rahasia. Seperti orang arab jahiliah dulu, kira-kira seperti itu mereka memandang dunia hanya sebatas gunung abajan.<span id="more-742"></span></p>
<p>Mereka yang tinggal dalam kesendirian di negeri ini memang mudah dihantui &#8216;disturbia&#8217;. Anak dan isteri tinggal di seberang, dikelilingi rupa-rupa hijau daun, hijau karpet, hijau &#8216;goban&#8217; sementara sang bapak bekerja sendirian yang dunianya seperti trayek angkot, rumah-pabrik, pabrik rumah= satu rit. Sementara wajah-wajah memendam rindu kian matang karena melewati itu-itu saja pemandangan. Biasanya mereka melawan dengan pura-pura sibuk lewat sms dan HP tanpa kamera. HP tanpa kamera paling pavorit di daerah yang memiliki tingkat paranoid yang tinggi. Maklum, sepanjang bekerja dilarang membawa HP berkamera dan jika ketahuan akan disita, kemudian diinterogasi, besoknya dipulangkan. Mereka para penguasa sering mengalami mimpi buruk berlebihan hingga foto-memoto di wilayah pabrik yang sama sekali tidak menarikuntuk difoto sangat diharamkan.</p>
<p>Maka satu-satunya yang menarik untuk diperbincangkan adalah teman disekitar yang memiliki kelainan warna. Jadi para ahli sastra mohon dipertimbangkan genre ini. Karena menggunjingkan teman-teman termasuk diri yang terperangkap dalam sel kehidupan antah berantah akan menjadi hobi paling menyebalkan di dunia.</p>
<p>Abu Ma&#8217;lum</p>
<p>Saya namakan &#8220;Disturbia Desert Safari&#8221; karena gangguan hayalan yang tersesat seperti tersesatnya ketika kita berada di gurun tanpa GPS, tanpa kompas, tanpa HP, tanpa ongkos, tanpa bekal. Penyakit disturbia desert safari ini memiliki gejala agak fulgar. Saya rasa tulisannya salah. bukan F tapi V. tapi tidak apa, saya coba F dengan maksud ini bisa memiliki makna ganda. maksudnya Vulgarnya sudah full&#8230;alias dimanapun, kapanpun ia memiliki kategori itu.Ngomongnya tidak jauh dari koleksi kata-kata Dokter Hombing yang membuka konsultasi sek di koran Poskota dulu. Kok seperti ini tulisan saya? Justru dari sini saya ingin memulai Cerman, Alias Cerita Temans.</p>
<p>Teman saya yang satu ini sudah sepertinya mengalami disturbia desert safari. Namanya Owen, lelaki parlente separuh baya dengan kepala plontos seperti pak Ogah. Ia berasal dari Filipina. Melanglang menjadi buruh migran sepanjang hidupnya. Terpisah anak dan isteri. Sejak muda!. Sejak ia bekerja di Saudi, kemudian ke Singapura, kemudian ke Cilegon, kemudian ke Jepang, kemudian ke tepian gurun!. Dan takdir mempertemukan saya dengan makhluk paling ajaib yang tidak pernah bosan memanggil saya mengucapkan salam khas bedouin. Setiap kali lewat tempat saya duduk, tanpa sengaja berpapasan di koridor, tak sengaja bertemu di kantin, kepergok di vestibule, bertatapan muka dalam ruangan atau jika ia melihat saya di ujung bangunan sekalipun. Lantas mengeluarkan suaranya yang khas:</p>
<p>&#8220;Abu Yahya..Wallah syeikh..two times!&#8221;</p>
<p>Dan saya mesti membalas sapaan manisnya sekalipun ia bulak-balik tempat duduk saya 10 kali jumlahnya. Dengan jawaban yang manis pula.&#8221;Wallah syeikh, abu ma&#8217;lum!&#8221;.</p>
<p>&#8220;Disturbia Desert Safari&#8221;</p>
<p>Abu ma&#8217;lum adalah sebutan yang disandangnya karena ia seperti tahu segala hal. Mulai dari urusan ranjang sampai dapur. Mulai dari karakter orang jepun, bule, arab, indonesia, sampai orang Somalia. Dan ia tampak sumringah jika dipanggil Abu Ma&#8217;lum alias bapak serba tahu. MUngkin juga ia menelisik sifat saya yang mudah teracuni dengan sapaan akrab gaya suku bedouin itu. Sama-sama tidak lelah menyapa hingga beratus-ratus kali sehari. Bisa jadi juga sapaan adalah obat yang sangaja diciptakan untuk menciptakan kehangata dari kenyataan kehampaan tinggal di atas padang datar yang diseraki trlyunan pasir. Manusia memang selalu mempunyai cara untuk bisa menikmati kesengsaraannya dengan mekanisme unik, udik, picik dan setengah &#8216;sinting&#8217;. Mohon maaf karena saya memakai kata-kata fulgar ini karena bisa jadi juga saya tertular sedikit penyakit disturbia desert safari.</p>
<p>Selain dari warna coklat yang seragam, di Teluk hanya manusia saja yang satu-satunya ditidak seragam. Maksud saya, macam-macam manusia dari 200 lebih suku bangsa. Maka Cerita temans ini satu-satunya yang menjadi objek pengamatan paling nyentrik, penuh intrik dan perlu berbagai macam trik. Sehingga eksplorasinya bisa lebih maksimal. Maka saya hadirkan Owen untuk cerman kali ini.</p>
<p>Jika ada kelelahan berbicara tentang apapun maka kali ini kelelahan tepaksa lelah mengikuti topik yang selalu dibicarakan lelaki ini. Sebenarnya keinginan beliau sangat sederhana.Ingin membuat holding company dari produk yang bernama &#8220;libido bpster&#8221;. (mohon dipastikan tidak ada anak kecil yang membaca tulisan ini karena jelas sangat tidak menghargai puritas pikiran anak-anak kita). Idenya ia ambil dari pengalamannya sewaktu di Saudi yang mempunyai teman seorang arab yang masuk rumah sakit karena mencoba ramuan yang ditemui sendiri dan dicoba sendiri. Walhasil singkat cerita temannya dirawat 3 hari dan entah sudah berapa puluh kali Owen menceritakan itu di depan kami.</p>
<p>.</p>
<p>Seperti itulah disturbia desert safari kawan. Saya berusaha untuk tidak menceritakan lebih jauh seperti apa ramuan dan cara memakainya karena ikan cumi dari teluk Persia memang dan mungkin sudah dipakai ribuan tahun silam untuk acara pesta ikan bakar. Ia seperti tersesat di tengah lapangan luas yang sebenarnya semua sudah terlihat jelas tapi luntang lantung bingung hendak kemana. Maka tidak ada yang lebih mengasyikan kecuali menikmati ketersesatan itu sendiri. Seperti Owen yang mungkin lupa hari ini sudah menyapa saya lebih dari 17 kali!. Ia juga menikmati ceritanya yang itu-itu saja tentang kisah seorang arab yang masuk rumah sakit dan dirawat 3 hari karena mencoba cumi dengan caranya sendiri hanya untuk menjaga hasratnya selalu terbakar. Dari semua ceritanya yang fulgar, seronok-maksudnya ramai, dan itu-itu saja ternyata ia seorang yang selalu merindukan isterinya nun jauh di Cebu, Filipina sana. Walaupun ia sejenis ensiklopedia tentang macam-macam tipikal wanita dan seperti terasuki Sigmun Freud dalam berbicara tentang gairah, libido, dan seterusnya tapi siang ini ia berkata kepada saya.</p>
<p>&#8220;I am headache too much cause not talking and see mywife from skype!&#8221;</p>
<p>Owen masih setia pada isterinya. Di usia mereka yang penghabisan. Sebagaimana tidak diungkapkan oleh Sigmun Freud tentang psikoanalisis, sex dan libido. Diantara ketiga hal yang menggerakan manusia untuk berimajinasi lebih liar dalam kehidupannya maka selalu saja fitrah akan cinta tulus sepasang suami isteri menjadi pengikat erat kesetiaan mereka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahduniadubai.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahduniadubai.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahduniadubai.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahduniadubai.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahduniadubai.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahduniadubai.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahduniadubai.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahduniadubai.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahduniadubai.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahduniadubai.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahduniadubai.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahduniadubai.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahduniadubai.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahduniadubai.wordpress.com/742/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahduniadubai.wordpress.com&amp;blog=982352&amp;post=742&amp;subd=rumahduniadubai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahduniadubai.wordpress.com/2011/10/30/cer-man-cerita-teman-yang-kesepian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Jakatarub</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
