Keinginan berubah ada dalam diri setiap manusia. Apalagi perubahan yang dimaksud menuju kondisi yang lebih baik tentunya. Sering kita mengikuti bermacam-macam workshop untuk meningkatkan value diri kita mulai dari emotinal intelegence, indopower, achievement motivation, sampai ESQ. Pada saat lepas dari workshop kita menemukan jawaban bahwa untuk menuju hasil yang diinginkan dituntut sebuh perubahan. Namun seiring perjalanan [...]
Arsip untuk ‘Renungan Buruh Migran’ Kategori
Homeostasis
Diposkan dalam Renungan Buruh Migran, Label alam bawah sadar, alam sadar, Homestasis, lawangbagja, renungan pada Oktober 29, 2008 | Leave a Comment »
Agar Kita Tidak Seperti Keledai
Diposkan dalam Renungan Buruh Migran pada September 16, 2008 | Leave a Comment »
Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa seburuk-buruknya suara adalah suara keledai (QS. Luqman 31;19). Sebagai orang awam saya berusaha memahami maksud dari ayat tersebut di atas. Pertanyaan mendasar adalah kenapa Tuhan Yang Maha Sempurna mencela hasil ciptaan-Nya sendiri. Bukankah keledai tidak pernah meminta diciptakan? Jikalau saja keledai boleh memilih mungkin ia akan memilih suara seruling gembala yang [...]
komentar; Urip dihukum 20 tahun penjara
Diposkan dalam Renungan Buruh Migran pada September 5, 2008 | Leave a Comment »
Howdy,
Dalam “Love is a wine” atau cinta bagai anggur (Mozaffer Ozak, Helvati Jerrahi), sebuah kumpulan kisah yang mengurai nafas kehidupan manusia yang sarat dengan makna dan perenungan tersurat bahwa perjalanan hidup manusia dalam setiap masa selalu menarik untuk dikaji dan diambil hikmahnya. Hikmah itu sendiri bagai sebuah permata yang berjatuhan di setiap langkah dan polah manusia pada setiap lembarannya. Syeikh [...]
“Marhabassa’ Ya Ramadhan!”
Diposkan dalam Renungan Buruh Migran pada Agustus 14, 2008 | Leave a Comment »
Antara Tradisi, Pelajaran Mencintai dan Kepedulian Sesama
Tradisi Menjelang Ramadhan
Menjelang nisfu sya’ban dan yang lebih utama lagi tamu yang sangat ditunggu, yaitu bulan Ramadhan, izinkan saya mengawali rangkaian kata-kata ini dengan terlebih dahulu memohon dibuka pintu maaf kepada para hamba Allah yang di mailing list ini. Jika tidak tahu karena tidak membaca mohon disampaikan kalau saya [...]
Lampu Merah
Diposkan dalam Renungan Buruh Migran pada Juli 14, 2008 | Leave a Comment »
Aku masih berdiam seperti patung di depan sebuah lampu merah di sebuah perempatan jalan yang mungkin sudah terlanjur pasrah menerima nasib untuk mau terus menyaksikan tatapan tak sabar dari entah berapa juta pasang mata para pejalan yang ingin segera menerobos dan tancap gas. Riuh rendah suara klakson serempak berbunyi seperti sebuah konser musik tanpa komposer [...]
No title..
Diposkan dalam Renungan Buruh Migran pada Maret 29, 2008 | Leave a Comment »
Perjalanan di jazirah para nabi ini memang banyak memberikan hikmah. Banyak yang saya renungkan mengenai hidup dan maknanya. Seperti melucuti kembali pemahaman yang sudah lama saya kenakan. Ada banyak hal yang memang perlu direset nol dan kembali disegarkan dan yang lebih penting tanpa embel-embel tentunya. Memandang hidup serta keyakinan harus bisa seperti melihat ikan yang berkeliaran di [...]
Speechless
Diposkan dalam Renungan Buruh Migran pada Maret 27, 2008 | Leave a Comment »
Biasanya saya mengutip tulisan dari gulf News, namun tergerak untuk mengutip tulisan dari media nasional, kompas. Berita di bawah buat saya sangat menghiris perasaan. Ibu yang mestinya menjaga dan menyayangi malah putus asa dan nekat menghabisi anak kandung sendiri.
hiks..hiks..sebegitu gelapkah masa depan kita? Benarkah harapan telah punah? Waktu lahir bukankah kita tidak membawa selembar benang [...]
Kalatidha
Diposkan dalam Renungan Buruh Migran pada Januari 11, 2008 | 1 Komentar »
Amenangi jaman édan,
Menyaksikan zaman gila,
éwuhaya ing pambudi,
The Pursuit Of Happiness
Diposkan dalam Renungan Buruh Migran pada Januari 8, 2008 | 1 Komentar »
Jika ada anak manusia yang“berlari” mengejar “kebahagiaan” demi anak yang disayangi mungkin itu ia salah satunya Chris Gardner. Siapa dia? Anda bisa menyaksikannya lewat sebuh film yang berangkat dari kisah nyata tentang seorang ayah yang mencoba ‘memburu’ kebahagiaan atas landasan cinta keluarga.Ya!, film itu berjudul The Pursuit of Happiness. Actor Will Smith memerankan dengan apik [...]
Tak Karuan
Diposkan dalam Renungan Buruh Migran pada November 8, 2007 | Leave a Comment »
Tak Karuan
lawangbagja; aku tulis dengan perasaan yang tak karuan.
Saya ingin menyampaikan rasa kegelisahan. Saat Tanah leluhur sudah tidak lagi disirami hujan. Kemarau menghabiskan sisa air di sumur-sumur kami. Kerontang tenggorokan dan semakin mengentalnya darah kami karena kekurangan cairan. Mesti berbagi dengan hewan ternak untuk sekedar penghilang dahaga yang terasa semakin pahit.