Ada hal yang menarik saat berbicara tentang Haji. Seperti diketahui, setiap muslim dari penjuru dunia datang ke Mekkah dengan alasan yang sama ingin menjumpai ka’bah. tetapi..pertanyaan menariknya adalah, kenapa justru ibadah haji adalah wukuf di ‘arafah?
bukan di masjidil haram..yang menjadi kiblat ummat Islam.
Tuhan memilih ‘arafah dengan beberapa alasan. haruslah dibedakan menjumpai Allah, Tuhan dengan menjumpai ka’bah (makhluk)..Ada penegasan yang kuat tentang pemilihan tempat ini.
lainnya,..’arafah adalah miniatur mashyar..yang kelak manusia akan dikumpulkan dengan cara yang sama..Pada saat itu, tidak ada lagi yang mengakui raja atau penguasa..hanya DIA..Allah saja penguasa TUNGGAL! Itulah sebabnya dalam surat al fatihah ini pun dicantumkan, 17 kali minimal setiap muslim membacanya..
maaliki yaumi addiin..
Mengenal kata ‘arafah..ternyata menyimpan banyak arti.
Ia bisa berarti tahu/menegrti..maka seorang hamba haruslah mengerti apa yang patut disembah dan dimulyakan..dari ‘arafah memiliki akar kata yg sama dengan ma’ruf (‘ain, ra, fa) artinya kebaikan..maka seorang haji mestilah menjadi simbol kebaikan dan menyuruh kebaikan..
Arafah pun memiliki tautan kata dengan ‘irfan..artinya ilmu pengetahuan. Islam adalah agama yang paling rasional dan mudah diterima akal..secara Islam tidak pernah mengabaikan ilmu pengetahuan.
masih dari ‘arafah, akar kata ini bercabang menjadi ta’aruf-salaing mengenal..
bahwa Tuhan menciptakan manusia bersuku dan berbangsa agar saling mengenal..jika mengenal maka lahirlah sifat rahim..kasih sayang.
Arafah pun masih bersambung dengan kata i’tiraf..artinya pengakuan. hendaklah sebagai hamba yang bergelimang dosa dan kesalahan selalu menyadari dan mengakui bahwa Tuhan yang memuliakan manusia maha pengampun dan tempat meminta ampunan. Maka pada ahri ‘arafah Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya..bukan hanya bagi para jamaah haji saja tetapi bagi semua hamba-NYA…maka sebaiknya kita pun sama-sama memperbanyak istigfar..
yang terakhir adalah, ‘arafah bermuara -katanya menjadi ma’rifah..yang merupakan pencapaian tingkat tertinggi bagi sebuah cita, cinta dan asa. Ma’rifat sebuah pengenalan tanpa batas dan hijab antara hamba dan Sang Khalik…Tiada yang patut dimulyakan, selain DIA seorang…
tiada yang paling patut disembah selain DIA seorang..tiada yang paling dirindu, menajdi tumpuan harapan, pelindung dari rasa takut…hanya DIA seorang.
Allah ‘azza wajalla…Tuhan yang memuliakan manusia…