Lebaran tinggal 2 hari lagi. Sudah kebayang betapa sibuknya di pasar-pasar tradisional dan mal-mal di Indonesia. Dulu saat kecil di Bogor, pasar Anyar sampai jembatan Merah tumpah ruah oleh pedagang kaki lima. Kawasan pavorite untuk para uda, saudara kita dari Padang menggelar barang jualan. Saat itu, lalu lintas sudah tidak karuan jalurnya. Angkot yang antre dan tidak henti-hentinya [...]
Arsip untuk September, 2008
Euforia Lebaran Masa Jadul
Diposkan dalam Catatan Buruh Migran pada September 29, 2008 | Leave a Comment »
Perselisihan BNP2TKI dan Depnaker
Diposkan dalam Institut Buruh Migran pada September 23, 2008 | Leave a Comment »
Artikel Institut Buruh Migran
Masa Depan Buruh Migran Indonesia yang Kian Suran
Perselisihan ditubuh Partai politik bukan hal yang asing lagi bagi kita, tarik menarik antar kubu dan kepentingannya sudah jadi hal yang biasa, seperti yang sekarang sedang dialami oleh Partai Kebangkitan Bangsa. Para elitnya bertempur, merasa yang paling sah dan mendapat dukungan. Konstituen [...]
Agar Kita Tidak Seperti Keledai
Diposkan dalam Renungan Buruh Migran pada September 16, 2008 | Leave a Comment »
Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa seburuk-buruknya suara adalah suara keledai (QS. Luqman 31;19). Sebagai orang awam saya berusaha memahami maksud dari ayat tersebut di atas. Pertanyaan mendasar adalah kenapa Tuhan Yang Maha Sempurna mencela hasil ciptaan-Nya sendiri. Bukankah keledai tidak pernah meminta diciptakan? Jikalau saja keledai boleh memilih mungkin ia akan memilih suara seruling gembala yang [...]
Pelangi Kecil Kehidupan Saya
Diposkan dalam Catatan Buruh Migran pada September 15, 2008 | Leave a Comment »
Menjadi seorang bapak ternyata tidak mudah. Apalagi seperti saya seorang bapak yang pendidikannya pas-pasan, pekerjaannya buruh di negeri orang dengan lingkungan ‘closed community’. Tidak ada kursus atau jenjang strata 1 yang menyiapkan calon bapak yang baik dan mampu mendidik anak serta mumpuni menjawab perkembangan anak. Anak-anak kita memang seperti anak panah yang melesat dari busur. Rasanya baru saja saya kemarin [...]
komentar; Urip dihukum 20 tahun penjara
Diposkan dalam Renungan Buruh Migran pada September 5, 2008 | Leave a Comment »
Howdy,
Dalam “Love is a wine” atau cinta bagai anggur (Mozaffer Ozak, Helvati Jerrahi), sebuah kumpulan kisah yang mengurai nafas kehidupan manusia yang sarat dengan makna dan perenungan tersurat bahwa perjalanan hidup manusia dalam setiap masa selalu menarik untuk dikaji dan diambil hikmahnya. Hikmah itu sendiri bagai sebuah permata yang berjatuhan di setiap langkah dan polah manusia pada setiap lembarannya. Syeikh [...]
Ramadhan di Gulf
Diposkan dalam Catatan Buruh Migran pada September 2, 2008 | Leave a Comment »
Summer memang belum usai. Suhu udara masih diatas 47 derajat celcius dan sesekali menembus angka 52. Namun tetap saja Ramadhan disambut dengan suka cita oleh para migran. Bukan hanya oleh mereka yang muslim tetapi non muslim pun ikut merasakan ‘keberkahan’ bulan Ramadhan di gulf.
Kerja di Bulan Ramadhan
Ada kebiasaan yang lazim saat bulan Ramadhan. Jarum jam [...]