Ruwais menggeliat. Kota kecil yang memiliki nilai strategis bagi negara bagian Abu Dhabi khususnya dan umumnya bagi UAE ini dan sangat penting baik dalam geopolitik karena berdekatan dengan border negara tetangga Saudi sedang menggeliat. Dalam hal ekonomi Ruwais juga bisa dibilang salah satu ”sumur duit”nya UAE karena memiliki area industri diantaranya oil refinery, industri pupuk, serta industri gas dan polymer. Semua itu merupakan ‘milestone’ bagi negara ini. Wajar jika tidak jauh dari Ruwais terdapat juga kawasan militer yang salah satu fungsinya menjaga kawasan vital tersebut.
Menyongsong 2020
Persaingan bisnis kimia di era 2020 akan semakin ketat. Semua pemilik modal di kawasan gulf sudah memprojeksikan posisi mereka masing-masing. Seperti berbagi kue, makin cepat tangan terampil memegang ‘pisau pemotong’ maka makin besar porsi kue yang didapat. Begitu pula dengan persaingan bisnis kimia. Semua pemilik modal saat ini sedang adu cepat membangun dan memperbesar kemampuan kapasitas produksi ‘mesin uangnya’. Jauh-jauh hari mereka sudah ‘membajak’ para tenaga terampil dari kawasan lain untuk menjadi ‘mesin pemotong kue’. Mungkin ini satu-satunya pembajak yang disukai. Kelihatannya hampir di semua kantong industri di sepanjang Gulf saat ini sedang berbenah. Termasuk di kawasan industri Ruwais salah satunya semakin dijejali para buruh migran.
Summer kali ini terlihat seperti tidak begitu dihiraukan. Bukan karena temperaturnya sudah turun tetapi karena kesibukan para pekerja mengejar deadline projek mereka segera selesai. Hilir mudik alat-alat berat, ribuan kaki yang mengantri panjang di pintu-pintu pemeriksaaan, wajah-wajah asing yang sepertinya tidak kenal lelah berbalut baju kumal dan penutup kepala lusuh yang entah sudah berapa lama tidak pernah dicuci. Menarik sesungguhnya pemandangan ini sambil membayangkan andai saja kejadian ini terjadi di tanah air tercinta, oh..alangkah indahnya..!. Kita semua disibukkan bekerja dan bekerja, membangun, meraih mimpi akan masa depan sampai tidak ada waktu tersisa untuk ‘demo sambel’ yang menguras emosi dan keributan yang tak ada pangkal ujungnya. Capek deh!
Wellcome To Ruwais
Infrastruktur pendukung perlahan-lahan mulai banyak berdiri. Flat untuk para pekerja baru sudah banyak yang hampir selesai tinggal proses finishing. Sebagian masih dalam tahap pembangunan. Tentu kebutuhan sarana flat bagi tempat tinggal para buruh migran ini begitu penting untuk segera diselesaikan. Mengingat para tenaga terampil sudah mulai banyak mengisi kamp sementara. Jika tidak segera dipindahkan khawatir tidak betah. Namun umumnya perusahaan di Ruwais biasanya memberikn “disturbance allowance” sambil menunggu flat jadi.
Ke depan tidak tertutup kemungkinan akan banyak lagi fasilitas publik didirikan. Sejauh ini keberadaan beberapa supermarket, pasar, sekolah, klinik, dll masih baru dikatakan cukup. Namun lambat laun mulai terasa sesak. Hal mana terjadi di supermarket salah satunya terutama saat jam-jam tertentu. Menurut harian Gulf ke depan bukan hanya sebatas supermarket tapi Mall yang kabarnya akan segera bisa dinikmati sekitar 2009-2010. Saat ini memang para pekerja sendiri masih banyak yang memanfaatkan waktu liburnya ke kota Abu Dhabi. Jauh-jauh menyusuri 250 km hanya sebatas menghabiskan waktu di mall-mal yang berjubel di kota “bunga teluk Persia”, Abu Dhabi ini. Selebihnya tinggal cuci mata menikmati aneka ras warga dunia yang konon berasal dari 130 an ras anak Adam dan Hawa tumplek di UAE ini.
Begitulah Ruwais yang sedang menggeliat. Komplek perumahan ternyata bukan hanya Ruwais Housing saja. Di sebelah timur komplek Ruwais juga sudah banyak berdiri komplek-komplek kecil. Biasanya di bangun oleh perusahaan kontraktor yang mensupport kelancaran industri di kawasan Ruwais. Mirip komplek perumahan mini cluster di Serdang. Jika Ruwais dulu tampak lenggang sekarang sudah mulai terasa hiruk-pikuknya. Banyaknya warga dunia yang baru berdatangan semoga menambah hangat suasana. Hal yang menjadi faktor utama adalah keamanan. Tidak jauh dari gate utama terdapat kantor polisi semacam polseknya Ruwais. Sejauh ini kondisi aman terkendali. Tidak seperti bayangan sebelumnya. Tingkat kriminalitas relatif sangat kecil. Sekalipun begitu, waspada dan menjaga diri tidak bisa diabaikan.
Komunitas Indonesia memang cukup banyak di Ruwais. Dari perusahaan Gasco dan Borouge saja ada sekitar 200 an orang pekerja. Mungkin akan terus bertambah. Belum semua memang membawa keluarga karena menunggu kesediaan flat yang sedang dibangun. Sebagian masih tinggal di kamp-kamp yang bertebaran di sekitar komplek Ruwais. Mereka yng tinggal di kamp-kamp mendapatkan fasilitas makan dan laudry gratis. bahkan akses internet dan telepon. Beberapa area kamp sudah dilengkapi dengan fasilitas olah raga dan kolam renang. Mudah-mudahan semua berjalan lancar seperti yang diidamkan semua warga dunia. Semoga Ruwais akan menjadi salah satu kota modern di Sebelah barat UAE yang hijau, asri, aman dan nyaman serta dengan multi ras tentunya . Wellcome to Ruwais!