Setelah sepekan pengumuman kenaikan harga BBM diterapkan yang berbuntut kita harus menghitung ulang kembali budget anggaran keseharian kita sambil garuk-garuk kepala. Bagi mereka yang penghasilannya di atas range batas aman persoalan kenikan BBM mungkin tidak begitu menghentak. Beda dengan warga dunia yang penghasilannya baru sebatas UMR atau gajinya sudah 2 atau 3 kali UMR namun karena [...]
Arsip untuk Mei, 2008
Oksigen Masih Gratis
Diposkan dalam Jurnal Buruh Migran pada Mei 30, 2008 | Leave a Comment »
15 Mei; Di Garis depan
Diposkan dalam Pena Buruh Migran pada Mei 15, 2008 | 3 Komentar »
Di garis depan. 15 Mei 60 tahun silam. Sejumlah manusia yang hak hidupnya terampas, diinjak-injak, diburu dalam iringan dentuman mesiu. Darah segar mengalir membasahi bumi Al-Quds. Ratusan ribu pasang kaki dipaksa bergerak meninggalkan ladang-ladang zaitun, kurma, lahan peternakan, rumah kecil tempat mereka menyimpan kenangan, dan Al-Aqsha qiblat pertama.
Premonition, Reality is Only a Nightmare Away
Diposkan dalam Oret-oretan Buruh Migran pada Mei 12, 2008 | Leave a Comment »
Oret-oretan buruhmigrant; kafilah cinta; lawangbagja
“Reality is only a nightmare away…It is not your Imagination”. Kalimat di samping ini bukan tema kampanyenya Obama atau iklan shampo anti ketombe. Anda bisa menemukannya di tagline sebuah film yang menurut saya sangat menarik jika direnungkan. Coba saja tonton aksi Sadra Bullock dan Julian Mc Mahon di film yang bergenre [...]
Pete dan Santri
Diposkan dalam Catatan Buruh Migran pada Mei 8, 2008 | 1 Komentar »
Jika bete menyerang maka lawanlah ia dengan pete. Kenapa? karena reaksi bete dengan pete akan menimbulkan energi eksotermis dengan ciri anda menjadi lebih aktif untuk gosok gigi dan multiply siram air setelah pepsi. Bete akut berindikasi susah bangun dari tempat duduk atau berbaring seperti ikan duyung.
Dibawah Kaki Multazam, Hanya Bermodalkan Doa..
Diposkan dalam Catatan Buruh Migran pada Mei 2, 2008 | Comments Off
oleh: Kafilah cinta
Saya masih ingin berbagi cerita tentang perjalanan umroh (lewat darat menembus border) yang pertama dalam hidup saya. perjalanan ini adalah sebuah ‘keajaiban’ bagi saya. Ajaib karena 2 tahun dan tahun-tahun sebelumnya logika saya masih menghitung bahwa kesempatan berziarah ke Baitullah dan raudhah adalah sebuah mimpi atau angan-angan kosong. Gaji buruh yang saya terima setiap bulannya [...]