Emirat, seperti yang pernh saya tulis sebelumnya pada kabar buruhmigran mempunyai keunikan sendiri karena berkembang di atas keringat para migran yang notabene para pendatang dengan bahasa pengantar utama adalah bahasa Inggris. Dalam perkembangannya bahasa Inggris menggeser penggunaan bahasa arab sehingga dalam beberapa liputan di lapangan banyak sekali fenomena yang ironis dimana seorang lokal atau penduduk asli kesulitan mencari teman berbicara dengan bahasanya sendiri. itu terjadi di Dubai.
Pun dalam rumah-rumah mereka terutama yang merekrut para penata laksana rumh tangganya dri filipina yang hanya mampu berbicara bahasa Inggris maka anak-anak mereka akhirnya juga mesti berkomunikasi bahasa inggris. Di sekolahan, di kantor, di mall, di semua tempat. Semua jika tidak segera diantisipasi akan menjadikan bahasa arab menjadi tidak laku. Mengantisipasi hal ini maka tanggal 20 april kemrin dikeluarkan keputusan dengan berkekutan hukum yang tetap bahwa bahasa arab dinyatakan sebagai bahasa officil atau bahasa resmi UAE.
Semua berlaku bukaan hnya di kantor tapi sampai ke menu-menu makan yaang tersedia di setiap restoran agar mencantumkannya dalam bhasa official. bahasa inggris hanya sebagai terjemah. Ke depan mungkin penggunaannya akan terus disosialisasikan kepada semua karyawan dan para migran.
Selamat bekerja emirat semoga bisa mensosialisasikan bahasa arab fushah ke dalam sendi-sendi kehidupan. Soalnya bahas fushah ini agak sulit. Grammar sekali, jangankan yng non arab, yang arab aja belum tentu ngaarti.