Catatan Kecil Borouge International Day 2008
Maret 27, 2008 oleh Jejak-Jejak
“Good Performance. ., Good Performance. .!”
Catatan kecil dari Borouge Event 2008
Budaya sesuatu yang sering dianggap sepele dan tidak penting. Bagi yang berpikir terlalu ‘technical dan high tech” mungkin mereka menganggap budaya ‘barang remeh-temeh’ dan …ya itu, tidak high tech!. Padahal budaya memegang peranan penting dari nilai suatu bangsa. Betapapun besarnya suatu bangsa, ia akan menjadi hancur jika akar budayanya mulai terserabut dari tanah yang menyediakan sari patinya untuk dimakan.
Borouge Event dan komunikasi Budaya
Persoalan budaya menjadi lebih krusial saat budaya diterjemahkan sebagai duta yang akan menjangkar imej bagi bangsa lain dan masalahnya tidak selesai sampai disitu tapi akan memberikan efek domino kepada setiap orang penting pengambil keputusan di dalamnya. Subjektifitas hati sangat kental. 
Misal; Jika saya sudah ‘kadung cinta’ dengan Brazil karena terkesan dengan salto Capoera nya maka yang tersisa di sarang imej saya tentang Brazil tentu memang mengasikkan. Padahal itu baru sebatas Capoera. Di pentas sejarah dunia contohnya, Inggris penguasa 1/3 daratan terjajah bisa memberikan pencapaian tertinggi soal bahasanya yang nota bene bagian dari budaya. Jika ingin keliling dunia, cukup kuasai bahasa Inggris maka anda bisa berkomunikasi dimana saja.
Soal perhelatan Borouge Event dengan International Day nya pun budaya sebagai media yang bisa ‘mencuri hati’ terutama bagi para pengambil keputusan. Tamu VVIP, CEO, Manager, dlsb termasuk semua warga dunia yang hadir di dalamnya. Setiap 2 tahun sekali para ‘orang-orang penting’ itu di refresh kembali ingatannya soal ‘budaya’ para pekerja yang ia rekrut jauh-jauh dari manca negara termasuk Indonesia. Masih adakah sesuatu yang bisa memberi mereka alasan bahwa merekrut ‘anak-anak’ negeri zambrut khatulistiwa sama pentingnya dengan mendatangkan para ‘enjiner bule’ yang konon super pinter itu.
Dalam keseharian, sangat mustahil bagi kita menjelaskan kepada ‘orang-orang penting’ itu soal budaya Indonesia yang katanya kaya. Sementara mereka adalah para pengambil keputusan yang sekali lagi subjektifitas hati sangat kental. Atas dasar pemikiran itulah perlu sekali menyajikan budaya Indonesia dalam waktu yang sangat singkat dan padat yang hampir mustahil menggoreskan kenangan baik soal Indonesia . Diharapkan pesan hati ini nyambung dan diterima dengan baik tanpa ba, bi, bu dengan bahasa Inggris yang mungkin kurang dimengerti.
Efek Domino dari Borouge Event
Antara kami pekerja bawah dengan para petinggi ADNOC dan Borouge memiliki gap yang sangat lebar. Bukan soal gaji saja tetapi komunikasi. Lewat Borouge Event komunikasi antara para pekerja grass root dengan para juragan bisa didekatkan. Bagi Borouge, komunitas Indonesia cukup significant jumlahnya. Entah siapa yang memulai, yang jelas faktanya mungkin ini satu-satunya perusahaan di bawah Adnoc yang memiliki karyawan orang Indonesia dengan jumlah yang sangat banyak. Maka melihat Borouge seperti satu parameter bagi perusahaan lain di bawah ADNOC.
Lagi-lagi soal imej, apa yang menjangkar di hati para pengambil keputusan bukan hasil pekerjaan tho!. Lebih dari itu, karakter, emosional intelegent, budaya, pembauran, dlsbnya bagian dari item nilai raport.
Wajar jika Borouge Event menjadi begitu penting untuk menggambarkan bahwa para pekerja Indonesia yang direkrut jauh-jauh itu selain bisa bekerja dengan bener juga memiliki kekayaan budaya serta kreatif. Manusia-manusia cerdas yang patut diperhitungkan. Perlu direkrut lebih banyak kalau bisa ke setiap perusahaan di bawah ADNOC. Dan bukan sebatas teknisi doang, tapi sampai ke tingkat manager. Itulah efek domino yang kami harapkan dari hasil kerja keras kita semua dalam menampilkan culture performance mulai dari heritage sampai panggung.
Semua lapisan warga Indonesia di Borouge, dibantu dukungan warga Indonesia baik yang di Ruwais dan di Abu Dhabi serta sokongan kuat dari jajaran beserta staf kedutaan Indonesia di Abu Dhabi bahu membahu agar lewat pesta budaya ini bisa memberikan pesan bahwa kita adalah anak bangsa dari sebuah bangsa yang besar. Persiapan jauh-jauh hari dimulai. Biaya, waktu, dan pikiran terkuras. Inilah serpihan dari mozaik kehidupan kita di negeri atas angin ini. Waktu terasa cepat bergulir dengan semua keterbatasan kita ingin memberikan imej positif bagi para pengambil keputusan. Ini bagian dari cara salam serta jabat tangan persahabatan.
Pesta usai, ‘Pesan’ pun diterima
Pesta pun usai. Lewat pesan Joglo yang bersahaja ingin rasanya kita menyampaikan tentang keramahan, sikap terbuka, kejujuran serta lemah lembut anak bangsa yang besar. Melalui angklung, kita memberikan nada-nada indah yang menggetarkan pembuluh rindu tentang alam tropis, disusul tarian Jaranan yang maskulin dari putri-putri kita yang lucu dan manis. Nada-nada gamelan yang dinamis mengiringi dolanan anak-anak kita dan pamungkas tersaji pesan bahwa maskulinitas tidak berarti rigid. Lewat gerak seni pencak silat, para lelaki Indonesia bisa membanting lawan dalam sekejap.
Entahlah bagaimana pemirsa menilai itu semua. Setelah pesta usai beberapa orang diantara kami berkumpul di Joglo sekedar ingin santai sejenak. Tidak berapa lama seorang berpakaian kondura yang wajahnya kami kenali sebagai CEO Borouge menghampiri kami. Satu persatu beliau menjabat erat tangan kami sambil berkata 
“Good performance. .good performance!” ,
dengan senyum dan tatapan lembut yang ‘bersahabat’. Ada yang mengalir sejuk di sungai sanubari. Semoga ‘pesan’ yang kita sampaikan bisa menjadi efek domino seperti saya misalkan di atas. Mengulang kembali kenangan 2 tahun sebelumnya. Ya!, kita patut berbangga menjadi anak bangsa yang besar. Segala puji bagi Allah, semoga niat baik serta pesan dari kami semua sampai di hati para pemirsa.
Like this:
Be the first to like this post.
Assalamualaikum bosss,,,tolonk info dari sana donk.. kenapa recruitment April 2011 sampai sekarang gak jelas dari Borouge, padahal sdh pade medical…dan untuk kabar sekarang pun sebagian ada yang re-medical lagi dan tidak serentak….Btw dengan waktu yang sudah hampir setahun, apakah masih ada kemungkinan untuk kami untuk bergabung ke sana,,,mohon penjelasan dari pengalaman para agan-agan yang sudah ke sana…terima kasih…wassalam. Abdul Kaflan.
insyaAllah mas…jgn khawatir..in progress…berdoa ya