Hantu inflasi yang kemarin sudah membuat kebat-kebit para migran se-UAE kini di awal tahun 2008 sudah diprediksikan akan membuat para warga dunia Se-UAE menghitung ulang rencana anggaran belanjanya secara lebih detil lagi. Namun entah untuk para pegawai pemerintah yang bulan ini mengalami kenikn hingga 70 persen!, mungkin mereka tidak begitu pusing dengan inflasi. Kabarnyakenaikan harga barang kebutuhan ini akan bergerak dikisaran 10-25 persen. Itu pun jika tidak terjadi gonjang-ganjing seperti isu ujug-ujug flu burung yang kemarin menerpa komoditi telur migran hingga sempat melambungkan harga telur sampai 50-60 persen. beberapa produk yang akan mengalami kenaikan dintaranya, susu sekitar 10 %, Fresh Juice 15 %, frozen chicken 15-25%, aneka jenis keju 15-30%, dan kenaikan tertinggi ada di sektor properti sekitar 30-50%. Untuk urusan akomodasi saya sangat beruntung bisa tinggal di kampung Ruwais. Semua sudah tersedia dengan sangat baik. Y-type flat, 3 bedroom, free electric and water charge, Its very nice man!..alhamdulillah!
Kenaikan harga minyak yang menembus rekor 100 dollar per barrel di awal tahun 2008 ini menjadi sebuah signal bahwa tingginya ongkos hidup akibat naiknya beban produksi juga akan dirasakan oleh warga dunia tidak terkecuali dengan UAE. Sebagai negara pengekspor minyak negeri ini meraup untung besar namun juga harus mau menerima resiko kenaikan harga barang semua jenis yang memang serba impor. Dan kedepan menurut para analis ini akan terjadi berkelanjutan. Sepertinya mereka hopeless juga untuk mengatasi hantu inflasi ini. Kenaikan gaji untuk sifatnya temporary memang cukup menghibur namun para buruh migran sebaiknya jangan terlalu exciting dulu karena seperti halnya pacuan kuda, harga-harga akan lari lebih kencang. Sementara kenaikan gaji seperti nunggang kuda poni.
Jika melihat lebih luas dunia para migran di UAE ini tidak semua seberuntung para karyawan di sektor minyak, bahan kimia, petrokimia, dan gas yang mengalami kenaikan serta space gaji yang lumayan nyaman. Kita bicara dengan hati bukan dengan ego. Para pekerja kasar, karyawan toko, kuli bangunan, supir, termasuk para TKW kita, dll. Mereka sangat menderita dengan beban hidup yang ‘menggila’ di negeri para migran ini. Semua itu memang bukan urusan kita, toh kita pun bagian dari mereka yang sedang mencoba bertahan dengan kondisi yang masih jauh lebih baik. Hal ini perlu diingatkan agar bisa menyukuri nikmat Allah selalu. Syukur ini makin menjadi saat bulan Januari ini semoga kabar burung soal kenaikan gaji entah part ke berapa ini bisa terealisasi. amien..
Saya pernah membaca sebuh artikel tentang orang-orang sukses dan kaya raya. Duit yang ngalir dari lahan bisnis mereka tidak pernah kering. Namun satu hal yang bisa saya petik dari mereka adalah kebiasaan mereka yang cermat dalam berbelanja. Berhemat bukan berarti pelit buntut kasiran, tapi juga sikap boros dan kurang perhitungan dalam berbelanja bukan tuntunan yang baik. Saat seperti inilah kita harus menjadi cerdas. Hanya orang cerdas yang akan tampil menguasai keadaan. Gunakan segala sesutu karena memang kebutuhan dan msing-masing orang tentu mempunyai kebutuhan yang berbeda termasuk diri sendiri yang sanggup menakar seberapa banyak kebutuhan diri kita.
Keadaan memang akan selalu berubah dan kita pun harus bisa ikut berubah sejalan dengan keadaan. Hanya sebatas menyesuaikan dari realita yang ada di depan mata. Berbekal akal, ilmu dan pengalaman saya pikir kita akan bisa menghadapi tantangan yang ada di depan mata. Sebenarnya memang tidak perlu terlalu khawatir dengan inflasi sepanjang kita tidak kehabisan jurus untuk meng’akalinya’. Tipsnya? apa yah..(hehe, mungkin sudah pada tahu, “ jangan sering-sering ke Abudhabi..gatel bo!:)” ) dan hantu inflasi memang sedang mengjangkiti semua warga dunia tanpa terkecuali. Ya, life is getting so taft bro!. anyway, Selamat berjuang dan tetap semangat!..
Kampung Ruwais, 2008