Selubung kain hitam
menutup wajah manismu
tinggi semampai, berjalan seperti putri yang sedang melambai-lambai
Siapakah gerangan wajah anggun dibalik cadar itu?
hanya harummu yang memberikan jawaban
bahwa ada bidadari sedang tersesat di gurun gersang ini
Aku memang Jakatarub
Yang mencoba mencuri pandang kepadamu
Adakah resah dan gelisah di pelupuk matamu
mana aku tahu? alismu pun aku tidak bisa menerka
Jika malam datang, Ku bisikkan pada rembulan
Tolong pantulkan wajah gadis bercadar itu
Biar semua manusia bisa melihat
lengkungĀ bulan sabitĀ alismu
heeeheee…mang Jaya, kumaha damang euy? disini juga sekarang mah sudah banyak yang bercadar atuuuuh.
Anda ingin melihat wanita banyak yang bercadar datang saja ke Pondok Pesantren Temboro Magetan Jawa Timur , bila anda datang kesana tidak akan bisa membedakan wanita bercadar orang pondokan dan orang kampung karena sebagian besar wanita disana bercadar semua kalau tidak percaya datang saja kesana
Betul pak..kita memamg harus menjaga pndangan.

ini hnya sebatas puisi dari yang awam..
terimakasih undngannya.
Mugkin asisten pribadi saya belum bisa mengijinkan..
terimakasih atas silaturahimnya..
puisinya kurang greget..kalimat2 metaphoranya tidak pas.
maaf lo cuma kritik…khan dah seneng saya ampirin,lumayan khan buat traffic you punya blog
“bahwa ada bidadari sedang tersesat di gurun gersang ini”
“Jika malam datang, Ku bisikkan pada rembulan
Tolong pantulkan wajah gadis bercadar itu”
dari puisi anda tersirat adanya kegamangan dalam puisi anda kegelisahan jiwa bahwa anda mengagumi wanita bercadar…
tapi… ada oknum wanita bercadar yang rela membuka aurat demi kekasih yang tidak jelas statausnya anada opercaya..ini terbukti…
salam kenal dari ku
Kayaknya si penulis puisi dilhami oleh Fachri-nya Ayat-Ayat cinta,Wanita Bercadar tak layak dicuri pandangannya…..
assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
afwan (maaf) sebelumnya.. izinkan saya menanggapi puisi yang anda tulis.
Saya mendoakan anda semoga Allah memberikan petunjuk kepada anda, sehingga jika di kemudian hari anda membuat puisi, maka puisi itu hanyalah puisi-puisi yang bermanfaat bagi anda dan pembaca, agar bisa mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.
Dan tidaklah perlu pergi ke suatu tempat hanya untuk melihat wanita bercadar (apalagi ke markaz jama’ah tabligh). karena mereka berusaha keras melindungi diri dari hal-hal yang menimbulkan fitnah bagi mereka dan orang lain.
terima kasih.
wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Mas Agung,
terimakasih atas doanya.
Jangan lupa untuk saya di setiap solat ya mas..
Sarannya saya terima.
Oh ya,
kemaren liburan saya mampir ke Mas Gong dan Mbak Tyas,
Dah lama tidak ketemu mereka.
salam,