JURNAL MIMPI
Oleh : Lawang Bagja;
Ada banyak cerita tentang mimpi. Seolah menjadi dunia tersendiri yang terpisah dan menjadi pembatas 2 alam. Mimpi sebenarnya sumber ide yang kaya, sebab ia berupa kombinasi dan pengaturan ulang berbagai benda, tantangan dan kejadian yang hampir mustahil terjadi saat kita sadar. Ide seolah berkerlap-kerlip seperti lampu sepeda dalam kabut.
Pada 10 November 1916, di musim dingin yang membekukan Jerman. Seorang aristokrat muda bermimpi sepanjang malam. saat terbangun, dia mencatat mimpinya dalam sebuah buku harian yang sekarang menjadi terkenal. isinya menguraikan tentang pemikiran baru. Mungkin Rene Descartes tidak kan menyangka bahwa dari mimpinya malam itu mengubah jalannya sains dan peradaban barat.
Robert Luis Stevenson, ia menulis novel dari hasilbermimpi, Ahli fisika Nies Bohr yang menemukan model atom ‘Bohr’ pun melalui mimpi, Jams watt mengubah industri amunisi dengan mimpinya tentang timah jatuh, Dmitri mendeleyef memimpikan solusi untuk pengaturan unsur-unsur yang sekarang dipakai. Dalam sejarah para nabi yang populer adalah kisah nabi Yusuf dan Raja mesir tentang mimpi yang digambarkan dengan 7 ekor sapi gemuk memakan 7 ekor sapi kurus serta 7 tangkai gandum yang hijau dan kering. dan masih banyak lagi.
Subhanallah, tidak ada yang sia-sia dalam setiap aktifitas kita tentunya dalam koridor keimanan. Bahwa 1/3 hidup kita dihabiskan untuk tidur adalah benar adanya. Minimal dalam satu hari 6 jam kita berada di alam mimpi. Sayangnya kita melupakannya. Dalam adat Jawa sering dikenal dengan buku perimbon. Isinya tafsir mimpi. Saya tidak ingin masuk ke wilayah ini. bagi saya ingin sekali mengajak bagaimana menciptakan mimpi ‘yang produktif’. Mungkin aneh mendengar istilah ini, tapi percayalah mimpi sendiri adalah bagian realitas kehidupan kita di dunia. Banyak orang yang tersiksa dalam hidupnya hanya karena mimpi. Anda pernah dengar istilah Fredy ‘the Nightmare’?
Ada kebiasaan yang suka saya lakukan yaitu mengoleksi mimpi-mimpi dalam sebuah ‘bank data pribadi’. dalm dimensi alam fikiran saya,mimpi adalah bagian dari ’signal’ yang Allah berikan. setiap orang tentu berbeda. Saya ambil contoh; sebelum saya diterima bekerja di UAE, sekitar beberapa bulan sebelumnya saya bermimpi berdiri di sebuah padang pasir. Seumur hidup saya baru melihat padang pasir pertama kali dalam mimpi. Saya pernah sampaikan mimpi ‘guyon’ ini ke Saiful Al-bogori dalam sebuah perjumpaan ketika ia cuti dan Wallahu A’lam jalan hidup saya benar-benar singgah di negeri Angin, Pasir, dan Matahari.
Mengoleksi kebiasaan mimpi juga diajarkan dalam sebuah training untuk membentuk manusia menjadi lebih kreatif dan inovatif. Biasanya training ini diberikan kepada para pebisnis. Saya pribadi melihat ini sbagai bentuk pelatihan budaya literasi dengan media yang ditemukan setiap hari. So, bagi yang ingin mulai menggeluti dunia literasi bisa mulai menulis dalam sebuah jurnalmimpi anda. Hanya pesan saya, jangan menulis ‘mimpi basah’ anda dengan seseorang! oops..! bisa berabe urusannya.
Howgh!
Saya di Indonesia, senang membaca blog Akang
RAMALAN INI BOHONG AKU TIDAK PERCAYA, JANGAN BOHONGI ORANG DONK
Tolong lebih lengkap lagi, tentang mimpi dan artinya. Seerti dalam buku perimbon. Trimakasih.
saya tidak percaya apa yang dikatakan…kerana mimpi itu hanya mainan tidur..ada kalanya mimpi tu manjadi realiti..anggaplah itu hanya satu kemungkinan….daa..