Feeds:
Tulisan
Komentar

Pindahke www.lawangbagjacom

Pemberitahuan..
Tertanggal 18 Desember 2008 kami pindah ke ‘rumah baru’ yaitu : www.lawangbagja.com
Silahkan para tetamu yang kami hormati untuk singgah ke sana..

salam,
lawangbagja

Bertemu Emha di Abu Dhabi

buruhmigren-emha1Saya mendapat berita soal kedatangan Emha dan Kyai Kanjeng langsung dari Dubes Indonesia untuk UAE, Pak Wahid Supriyadi sewaktu menghadiri undangan peringatan 63 tahun kemerdekaan Indonesia. Sewaktu difoto bareng bersama, beliau berkata kalau Emha dan Kyai Kanjeng bakal manggung di Abu Dhabi. Saya bahagia mendengarnya. Sepertinya sesuatu yang langka jika Emha dan Kyai Kanjeng bisa manggung di Abu DHabi dan seolah saya meragukan bisa tidaknya Emha hadir, namun karena yang bilang langsung pak Dubes maka saya percaya.

Lanjut Baca »

Angin dari utara mengubah dengan cepat atmosfir tepian teluk Persia. Jika di bulan Agustus, Rub al Khali/ empty quarter mengepul seperti amarah yang muncrat sampai ke ubun-ubun maka memasuki awal Desember dan beberapa bulan ke depan berubah seperti pengantin baru yang ditinggal sendiri kesepian, dingin. Kami mungkin manusia-manusia yang sudah terlanjur nekat menjalani hidup yang katanya singkat ini. Betapa tidak, tinggal di kota kecil bak miniatur kota tuan raja di cerita 1001 Lanjut Baca »

jejak1.jpgSemalam bersama beberapa rekan di Ruwais, kami mendapatkan undangan untuk menghadiri acara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia di hotel Intercontinental Abu Dhabi. Saya tidak tahu kalau acara ini sekaligus sebagai media perkenalan dubes baru kita untuk PEA (persatuan Emirat Arab), Lanjut Baca »

Rub al Khali

desertBagi Wilfred Thesiger, seorang kebangsaan Inggris, ex-veteran perang dunia kedua dengan pangkat terakhir Mayor tidak ada kesan yang paling mendalam dalam perjalanan hidupnya selain menaklukan Rub al Khali bersama para Bedu. Rekor ini Sekaligus mencatat ia sebagai orang ke tiga ‘green horn’ (meminjam istilah Karl May) setelah Betram Thomas (1931) dan St. John Philby (1932). Jika dalam’ Winnetou’ Karl May menyebut ‘green horn’ untuk para western yang hidup di padang prairie maka untuk tulisan ini istilah ‘green horn’ untuk para western yang mencoba menaklukan rub al khali atau dikenal dengan empty quarter. Lanjut Baca »

Syair ‘Million’

Apresiasi bangsa Arab terhadap kata sejak jaman Jahiliyyah sangat tinggi. Dahulu sebelum Islam turun, tumbuh dan berkembang di jazirah ini bangsa Arab sudah terkenal dengan kata-katanya yang indah terangkai dalam (entah) jutaan syair. Seperti tidak ada habisnya kata demi kata ditautkan menjadi sebuah untaian syair yang indah. Bahkan bagi yang tidak mengerti bahasa arab sekalipun bisa menikmatinya paling tidak lewat diksi syair yang diucapkan. Lanjut Baca »

Homeostasis

Keinginan berubah ada dalam diri setiap manusia. Apalagi perubahan yang dimaksud menuju kondisi yang lebih baik tentunya. Sering kita mengikuti bermacam-macam workshop untuk meningkatkan value diri kita mulai dari emotinal intelegence, indopower, achievement motivation, sampai ESQ. Pada saat lepas dari workshop kita menemukan jawaban bahwa untuk menuju hasil yang diinginkan dituntut sebuh perubahan. Namun seiring perjalanan waktu keinginan hanya sebatas keinginan dan selanjutnya kita kembali ke kondisi asal (ground state). Lanjut Baca »

Mozaik Gulf 1; Soal India

Masih sedang berupaya mengumpulkan serpihan mozaik kehidupan di Gulf. Saya ingin memulainya dari yang ringan-ringan saja. Sebenarnya sesuatu yang tampak kasat mata di depan kita. Jadi bukan sesuatu hal yang istimewa. Hanya saja saat hal itu saya ceritakan pada teman, famili, dan sahabat yang kebetulan hanya bertemu lewat rangkaian kata menjadi sesuatu hal yang baru dan semoga menambah khasanah perbendaharaan hidup mereka. Saya akan mulai cerita soal India pertama kali.

Soal India: Indonesia=India?

Pengetahuan saya soal Gulf sama sekali blank, Nol besar!. Saat menginjakkan kaki di Abu Dhabi yang terpikir masih sebuah pertanyaan,”Apakah saya akan betah tinggal di negeri yang saat musim panas berubah menjadi wajan raksasa yang siap ‘menggoreng’ makhluk yang ada?”. Sekalipun berusaha mencari berbagai jawaban dan beragam pikiran saya kemukakan dalam bentuk intra communication, Lanjut Baca »

Sudah beberapa kali saya menikmati kesunyian di perpustakaan Ruwais. Letaknya menyatu dengan recreation center. Satu lorong dengan cinema Ruwais. Saya tidak tahu dalamnya cinema seperti apa karena tidak pernah masuk ke dalam sekali juga. Setiap masuk perpustakaan satu hal yang paling saya sukai adalah tagging pengumuman yang selalu ada di setiap perpustakaan. “Quite please, you are in the library”, kalau di perpustakaan LIPI bunyinya, “Dilarang berisik, Anda sedang di perpustakaan” . Entah kalo di Europa, seperti apa bunyinya. Tapi saya yakin pasti ada larangan untuk membuat kekacauan dan keributan. Seolah perpustakaan sangat sakral dan tempat yang paling sunyi setelah kuburan. Lanjut Baca »

Sahabat

Bagi sebagian orang percaya dunia penuh kepalsuan. Apalagi jika diukur dengan urusan materi. Ikatan persaudaraan pun akan cerai berai. Bagi mereka tak ada saudara jika sudah menyangkut duit. Begitu kerasnyaa kehidupan saat ini memang. Iklan aneka produk di layar kaca, revolusi industri media yang menjadi trend setter gaya hidup mengubah cara berpikir manusia. Semua membawa kita pada arus materialisme. Dunia memang menjadi rata dan sempit oleh teknologi. Kearifan lokal akan dibenturkan dengan ujian terberat yaitu budaya permisif. Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »