Pemberitahuan..
Tertanggal 18 Desember 2008 kami pindah ke ‘rumah baru’ yaitu : www.lawangbagja.com
Silahkan para tetamu yang kami hormati untuk singgah ke sana..
salam,
lawangbagja
Pemberitahuan..
Tertanggal 18 Desember 2008 kami pindah ke ‘rumah baru’ yaitu : www.lawangbagja.com
Silahkan para tetamu yang kami hormati untuk singgah ke sana..
salam,
lawangbagja
Ditulis dalam Catatan Buruh Migran | Leave a Comment »
Ditulis dalam Catatan Buruh Migran | Leave a Comment »
Semalam bersama beberapa rekan di Ruwais, kami mendapatkan undangan untuk menghadiri acara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia di hotel Intercontinental Abu Dhabi. Saya tidak tahu kalau acara ini sekaligus sebagai media perkenalan dubes baru kita untuk PEA (persatuan Emirat Arab), Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Buruh Migran | 1 Komentar »
Bagi Wilfred Thesiger, seorang kebangsaan Inggris, ex-veteran perang dunia kedua dengan pangkat terakhir Mayor tidak ada kesan yang paling mendalam dalam perjalanan hidupnya selain menaklukan Rub al Khali bersama para Bedu. Rekor ini Sekaligus mencatat ia sebagai orang ke tiga ‘green horn’ (meminjam istilah Karl May) setelah Betram Thomas (1931) dan St. John Philby (1932). Jika dalam’ Winnetou’ Karl May menyebut ‘green horn’ untuk para western yang hidup di padang prairie maka untuk tulisan ini istilah ‘green horn’ untuk para western yang mencoba menaklukan rub al khali atau dikenal dengan empty quarter. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Buruh Migran | Leave a Comment »
Keinginan berubah ada dalam diri setiap manusia. Apalagi perubahan yang dimaksud menuju kondisi yang lebih baik tentunya. Sering kita mengikuti bermacam-macam workshop untuk meningkatkan value diri kita mulai dari emotinal intelegence, indopower, achievement motivation, sampai ESQ. Pada saat lepas dari workshop kita menemukan jawaban bahwa untuk menuju hasil yang diinginkan dituntut sebuh perubahan. Namun seiring perjalanan waktu keinginan hanya sebatas keinginan dan selanjutnya kita kembali ke kondisi asal (ground state). Lanjut Baca »
Ditulis dalam Renungan Buruh Migran | yang berkaitan alam bawah sadar, alam sadar, Homestasis, lawangbagja, renungan | Leave a Comment »
Masih sedang berupaya mengumpulkan serpihan mozaik kehidupan di Gulf. Saya ingin memulainya dari yang ringan-ringan saja. Sebenarnya sesuatu yang tampak kasat mata di depan kita. Jadi bukan sesuatu hal yang istimewa. Hanya saja saat hal itu saya ceritakan pada teman, famili, dan sahabat yang kebetulan hanya bertemu lewat rangkaian kata menjadi sesuatu hal yang baru dan semoga menambah khasanah perbendaharaan hidup mereka. Saya akan mulai cerita soal India pertama kali.
Soal India: Indonesia=India?
Pengetahuan saya soal Gulf sama sekali blank, Nol besar!. Saat menginjakkan kaki di Abu Dhabi yang terpikir masih sebuah pertanyaan,”Apakah saya akan betah tinggal di negeri yang saat musim panas berubah menjadi wajan raksasa yang siap ‘menggoreng’ makhluk yang ada?”. Sekalipun berusaha mencari berbagai jawaban dan beragam pikiran saya kemukakan dalam bentuk intra communication, Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Buruh Migran | Leave a Comment »
Sudah beberapa kali saya menikmati kesunyian di perpustakaan Ruwais. Letaknya menyatu dengan recreation center. Satu lorong dengan cinema Ruwais. Saya tidak tahu dalamnya cinema seperti apa karena tidak pernah masuk ke dalam sekali juga. Setiap masuk perpustakaan satu hal yang paling saya sukai adalah tagging pengumuman yang selalu ada di setiap perpustakaan. “Quite please, you are in the library”, kalau di perpustakaan LIPI bunyinya, “Dilarang berisik, Anda sedang di perpustakaan” . Entah kalo di Europa, seperti apa bunyinya. Tapi saya yakin pasti ada larangan untuk membuat kekacauan dan keributan. Seolah perpustakaan sangat sakral dan tempat yang paling sunyi setelah kuburan. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Buruh Migran | 1 Komentar »
Bagi sebagian orang percaya dunia penuh kepalsuan. Apalagi jika diukur dengan urusan materi. Ikatan persaudaraan pun akan cerai berai. Bagi mereka tak ada saudara jika sudah menyangkut duit. Begitu kerasnyaa kehidupan saat ini memang. Iklan aneka produk di layar kaca, revolusi industri media yang menjadi trend setter gaya hidup mengubah cara berpikir manusia. Semua membawa kita pada arus materialisme. Dunia memang menjadi rata dan sempit oleh teknologi. Kearifan lokal akan dibenturkan dengan ujian terberat yaitu budaya permisif. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Buruh Migran | Leave a Comment »