Iseng..karena gak bisa hadir di pernikahannya temen ta buatin aja. Kebetulan pas kemarin mudik ambil foto2 mereka berdua. Buat Feri dan Yana, Selamat menempuh hidup baru! Maaf ya..aku dan keluarga gak bisa datang.
Ini anggap saja sebagai ucapan dari kami. Lagunya dipilih ST 12, soalnya anak-anaku lagi suka sama ini lagu. hehe gpp ya…Buat hiburan para buruhmigren di Gulf..
Pagi yang hangat dan basah. Ruwais menyisakan selalu keheningan. Selain cicit burung yang ramai sedang berbincang hinggap di pohon sekitar taman flat buiding 27, tak ada lagi yang bersuara. Semua keheningan menyelusup ke dalam flatku. Dinding,televisi, lantai, kasur, bantal, semua ikut hening. Sudah seminggu anakku dirawat lagi di Ruwais Hospital.
Hampir sebulan yang lalu, ia kena demam sewaktu kami masih di Serang. Dikira hanya demam biasa setelah beberapa hari demamnya tetap tinggi posisif pada uji widal. Treatment di rumah tidak memberikan perubahan. Mampir lagi di Rumah sakit seperti sebelum berangkat dulu ke Ruwais. Keluar dari Rumah sakit setelah tiga hari demamnya masih menyerang. Saya tetap memutuskan untuk dibawa kembali ke Ruwais karena sempat ada pilihan saya kembali sendiri keluarga menyusul belakangan.
Sewaktu di pesawat ia kembali demam. Menjelang landing demamnya turun kembali. Saya tak pernah berhenti berharap ia segera pulih. Sesampai di Ruwais demam tak pernah berhenti menggoda. Akhirnya setelah muncul ruam merah di sekujur tubuhnya ia kembali mesti dirawat.
Tiga hari di Hospital dicek widal kembali ternyata positif lagi. Mungkin pengobatan di Serang belum tuntas. Sekarang dah seminggu. Semoga Allah memberikan kesembuhan dan kesehatan pada mu nak..
Tanpamu, hening terasa..aku tak mau ditikam oleh sepi.
Antara Tradisi, Pelajaran Mencintai dan Kepedulian Sesama
Tradisi Menjelang Ramadhan
Menjelang nisfu sya’ban dan yang lebih utama lagi tamu yang sangat ditunggu, yaitu bulan Ramadhan, izinkan saya mengawali rangkaian kata-kata ini dengan terlebih dahulu memohon dibuka pintu maaf kepada para hamba Allah yang di mailing list ini. Jika tidak tahu karena tidak membaca mohon disampaikan kalau saya meminta maaf dari semua yang kurang sreg nyangkol di hati para warga sekalian.Sebetulnya tidak ada tuntunan khusus sebelum Ramadhan apalagi nisfu sya’ban dianjurkan untuk saling meminta maaf. Meminta maaf dalam konteks umum adalah perbuatan baik kapanpun, dimanapun, dan di forum apapun. meminta maaf sabagai upaya pengguguran dosa atau kesalahan terutama menyangkut hak sesama anak adam. Kelihatannya sepele karena tinggal menyampaikan namun seringkali karena ego menjadi tertahan. Ini yang akhirnya menjadi bumerang karena Allah tidak akan turut campur urusan sesama hamba sampai sesama makhluknya sendiri yang menyelesaikan serta bisa saling mengikhlaskan. Lanjut Baca »
Udara memang begitu terasa berat dan basah saat ini di Ruwais. Percis seperti mandi sauna. Maklum saja karena humidity bisa mencapai 70-80 persen!. Orang sini bilang ‘musim ruthubah (wet session). Bagi para operator lapangan kondisi seperti ini memang tidak nyaman karena selalu bermandikan keringat ditambah lagi udara yang berat menyebabkan badan cepat terasa lelah. Mungkin oksigen juga ikut terlarut dalam uap air. Ini memang paket ujian sebagai buruh migran. Lanjut Baca »
Dari sekian banyak pilihan selepas mengundi nasib menjadi buruh migran kelak, profesi yang ingin sekali aku jalani adalah menjadi seorang PETANI. Bukan karena ikut-ikutan Prabowo Subianto yang sedang asik di HKTI, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia. Sekalipun baru melukis di angan-angan namun empati yang terus membuncah memaksa asaku untuk bisa mewujudkannya kelak. Lanjut Baca »
Aku masih berdiam seperti patung di depan sebuah lampu merah di sebuah perempatan jalan yang mungkin sudah terlanjur pasrah menerima nasib untuk mau terus menyaksikan tatapan tak sabar dari entah berapa juta pasang mata para pejalan yang ingin segera menerobos dan tancap gas. Riuh rendah suara klakson serempak berbunyi seperti sebuah konser musik tanpa komposer dan not balok menandai letupan ekspresi ketidaksabaran dari para pejalan seolah mereka adalah manusia super sibuk dan sedang mengejar waktu untuk sebuah transaksi bernilai jutaan dolar.
Dalam pekatnya asap knalpot dari erungan gas percis seperti sebuah balapan mobil jalanan, semua pejalan mencoba mencuri start agar bisa sampai ke ‘garis finish’ lebih cepat. Maka berlarianlah para pejalan memacu kendaraannya dengan menyisakan debu yang bercambur timbal dan carbon monoksida. Lampu merah di perempatan jalan itu masih tidak bergeming padahal jika ia memiliki paru mungkin sudah ‘bolong’ jadinya.
Itu beberapa tahun yang lalu sahabat..
Kemarin, saat kuinjakkan kaki di tanah yang katanya milik para leluhur dengan air suci yang siap mengobati dahaga dari rasa hausku maka kusaksikan lampu merah di perempatan jalan itu masih tegak setia, berdiri, seperti dulu. Antrian para pejalan semakin panjang dari semua arah. Asap knalpot, debu, sengatan matahari dan bunyi klakson yang semakin nyaring dan memekakkan telinga masih tetap tidak mampu mengubahmu lari dari kenyataan yang perdetiknya terus dinikmati tanpa rasa bosan. Satu hal rasa aneh yang mungkin kau pendam dan ingin sekali ditujukan pada manusia yang katanya makin beradab adalah semakin hari perilaku makhluk sempurna bernama manusia itu tidak menunjukan perubahan.
Jika dengan ilmu dan teknologi serta nalar yang katanya semakin pintar dan brilian manusia tentu mampu mengatur dirinya lebih beradab. Engkau.. lampu merah, tentu bertanya kapan semua itu terwujud? sehingga tidak perlu lagi lampu merah berdiri di setiap perempatan jalan sekedar mengatur kapan dan siapa yang boleh jalan duluan.
Sudah sepekan lebih atmosfir negeri para migran menjadi buram. Buram karena debu yang menelenggelamkan semua yang ada. Tak mungkin berlama-lama berdiri di udara terbuka karena bisa seret rasanya tenggorokan . Menurut berita yang dilansir dari prakiraan cuaca setempat, debu ini menyelimuti sebagian laut arabia juga termasuk negara tetangga diantaranya Kuwait, Qatar, Bahrain, juga sebagian wilayah Saudi. Saking tebalnya, debu ini pun juga mampu memaksa sinar matahari ikut buram karenanya. Wajar jika suhu udara sempat anjlok di kisaran 40-43 derajat celcius. Di beberapa wilayah malah sempat ke 37 der. celcius. Biasanya pada saat summer seperti ini mercury menyentuh 47-49 derajat celcius. Lanjut Baca »
Buat masukan para new comers yang sudah berdatangan. Berikut beberapa arti dari istilah yang sering digunakan di gulf ini, terutama UAE. (Tidak bermaksud mengeneralisir hanya yang sering terjadi seperti ini)
1. One second, please = Silahkan tunggu kalau bisa sambil jalan-jalan dulu baru balik lagi kalo udah bosen. Lanjut Baca »
Tak bisa disangkal UAE memang salah satu negeri kunjungan para warga dunia. Konon ada lebih dari 130 warga negara asing yang tumplek blek di negara ini. Aturan baru tentang visa ini dikutip dari gulf news.
Visit visa to the UAE will cost Dh500 from August
By Rayeesa Absal, Staff Reporter Last updated: June 08, 2008, 16:55
Abu Dhabi: Visit visas to enter the UAE will cost Dh500 across all the emirates from August 1, senior officials said.
The change in fee structure comes following a recent cabinet decision. New types of visit visas have been introduced specifying the reason for visit, such as education, treatment, or for participating in an exhibition or conference. Lanjut Baca »